home edukasi & pesantren

Pakar Budaya: Tradisi Muludan Perwujudan Iman dan Cinta pada Rasulullah

Kamis, 11 September 2025 - 21:03 WIB
Pakar Budaya: Tradisi Muludan Perwujudan Iman dan Cinta pada Rasulullah. Foto: Istimewa.
Maulid nabi adalah peringatan kelahiran Rasulullah SAW yang jatuh setiap 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Islam.

Di Indonesia, perayaan maulid nabi memiliki banyak nama, salah satunya tradisi muludan yang berkembang sejak era Walisongo di Nusantara.

Akademisi Sastra dan Budaya Islam Universitas Airlangga (Unair) Ahmad Syauqi, mengungkapkan bahwa tradisi mauludan adalah hasil akulturasi ajaran Islam dengan budaya lokal.

Baca juga: Prabowo Subianto: Maulid Nabi Jadi Momentum Teladani Akhlak Mulia Rasulullah

Tradisi muludan, kata Syauqi, mengandung makna religius sebagai perwujudan keimanan dan kecintaan pada junjungan besar umat Islam, Nabi Muhammad SAW.

Sementara dari pandangan filosofis, muludan mencerminkan solidaritas sosial, gotong royong, sekaligus media dakwah melalui simbol-simbol budaya, seperti endog-endogan di Banyuwangi, Kirab Ampyang di Kudus.

“Ini merupakan wujud syukur. Bahwasanya tradisi muludan pastinya berbeda beda di setiap daerah namun pada dasarnya merujuk pada syukur atas bahagianya kelahiran Rasulullah,” ungkap Dosen FIB UNAIR seperti dikutip dari laman Universitas Airlangga, Kamis (11/9/2025).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya