KPAI Desak MBG Disetop Sementara Buntut Kasus Keracunan Makanan Berulang
Esti setiyowati
Jum'at, 19 September 2025 - 14:42 WIB
KPAI Desak MBG Disetop Sementara Buntut Kasus Keracunan Makanan Berulang. Foto: BGN
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan ini menyusul berulangnya kasus keracunan makanan yang menimpa siswa dan santri di sejumlah daerah.
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra menegasakan imbauan untuk menghentikan sementaraprogram MBG perlu dilakukan untuk memastikan kualitas, higienitas, pengawasan distribusi, serta penanganan darurat lebih terstandarisasi.
Baca juga: Prabowo Klarifikasi Kasus Keracunan MBG, Bill Gates Akan Bertandang Bawa Dukungan
"Jangan sampai mengejar target, tetapi mengabaikan keselamatan anak. Apalagi jika kita membayangkan anak-anak usia dini menjadi korban keracunan, itu sungguh memprihatinkan," kata Jasra dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Sebelumnya, KPAI bersama CISDI dan WVI menggelar Survei Suara Anak untukProgram MBG di 12 provinsi. Survei yang melibatkan 1.624 responden anak, termasuk anak disabilitas, telah berlangsung sejak 14 April hingga 23 Agustus 2025.
Melalui survei tersebut ditemukan sejumlah persoalan serius terkait pada kualitas makanan.
Sebanyak 583 anak mengaku pernah menerimamakanan MBG dalam kondisi rusak, bau, atau basi. Bahkan, 11 anak lainnya tetap mengonsumsi makanan yang rusak karena berbagai alasan.
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra menegasakan imbauan untuk menghentikan sementaraprogram MBG perlu dilakukan untuk memastikan kualitas, higienitas, pengawasan distribusi, serta penanganan darurat lebih terstandarisasi.
Baca juga: Prabowo Klarifikasi Kasus Keracunan MBG, Bill Gates Akan Bertandang Bawa Dukungan
"Jangan sampai mengejar target, tetapi mengabaikan keselamatan anak. Apalagi jika kita membayangkan anak-anak usia dini menjadi korban keracunan, itu sungguh memprihatinkan," kata Jasra dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Sebelumnya, KPAI bersama CISDI dan WVI menggelar Survei Suara Anak untukProgram MBG di 12 provinsi. Survei yang melibatkan 1.624 responden anak, termasuk anak disabilitas, telah berlangsung sejak 14 April hingga 23 Agustus 2025.
Melalui survei tersebut ditemukan sejumlah persoalan serius terkait pada kualitas makanan.
Sebanyak 583 anak mengaku pernah menerimamakanan MBG dalam kondisi rusak, bau, atau basi. Bahkan, 11 anak lainnya tetap mengonsumsi makanan yang rusak karena berbagai alasan.