LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dengan baik meskipun ditemukan beberapa kasus keracunan pada siswa penerima manfaat. Hal ini disampaikannya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Senin (5/5), sebagai respons atas kekhawatiran publik terkait keamanan distribusi makanan.
"Hari ini memang ada keracunan, yang keracunan sampai saat ini dari 3 koma sekian juta, kalau tidak salah di bawah 200 orang, yang rawat inap hanya 5 orang," kata Prabowo, dikutip Selasa (6/5/2025).
Data yang diungkapkan menunjukkan bahwa dari total 3,4 juta siswa yang menerima makanan, hanya sekitar 200 orang mengalami gangguan pencernaan. Artinya, tingkat kasus keracunan hanya 0,005 persen—angka yang dinilai masih sangat kecil dibandingkan skala program.
"Jadi bisa dikatakan yang keracunan atau yang perutnya nggak enak berjumlah 200 orang. itu 200 dari 3 koma sekian juta kalau tidak salah adalah 0,005," tambahnya.
Di tengah sorotan terhadap program ini, Prabowo juga mengabarkan rencana kunjungan tokoh dunia, Bill Gates, ke Indonesia pada Rabu, 7 Mei 2025. Pendiri Microsoft itu dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden untuk membahas dukungan terhadap program MBG.
“Banyak pimpinan negara datang ke Indonesia, yang dibahas antara lain makan bergizi. Tanggal 7, yaitu lusa, tokoh dunia namanya Bill Gates akan datang ke kita,” ujar Prabowo.
Presiden mengungkapkan bahwa permintaan pertemuan dengan dirinya sudah diajukan oleh Gates sejak November 2024 lalu. Ia menganggap rencana kunjungan itu sebagai bentuk solidaritas internasional terhadap upaya Indonesia memberantas kemiskinan melalui peningkatan gizi.
“Saya kira, antara lain, mau menyatakan dukungan dan penghargaan atas, makan bergizi kita. Saya merasa sangat besar hati. Saya merasa, jangan, jangan memuji kita, kita belum berhasil,” jelas dia.
Meski merasa terhormat, Prabowo tetap merendah. Ia menekankan bahwa keberhasilan program MBG baru layak dirayakan jika pada akhir tahun pemerintah mampu menjangkau lebih luas dan menyuplai makanan bergizi secara konsisten kepada 82,9 juta warga.
“Malah Desember 2025 kalau kita buktikan, kita bisa menyelenggarkan 80 (juta), kita bisa antar makanan tiap hari ke 82,9 juta rakyat kita, dalam keadaan bersih, keadaan aman, keadaan bergizi, pada saat itulah, boleh kita, terima ucapan selamat,” jelasnya lagi.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa program MBG tidak boleh bergantung pada pujian atau bantuan luar negeri. Ia menekankan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.
“Kalau beliau mau datang, beliau saya dengar mau menyatakan solidaritas sama kita, bahkan beliau mau bantu kita. Hanya saya katakan, bahwa kita, diberi bantuan, tidak diberi bantuan, diberi penghargaan, tidak diberi penghargaan, karena kita yakin bahwa ini benar, dan ini adalah suatu investasi di anak-anak kita dan bahwa kita harus mengurangi kemiskinan di rakyat kita,” Prabowo menandaskan.
(lam)