home masjid

Di Antara Langit dan Syair: Sisi Lain Omar Khayyam

Rabu, 24 September 2025 - 05:45 WIB
Jika Khayyam menatap dunia kita hari inipenuh algoritma tetapi miskin perenunganmungkin ia kembali menulis kuatrain: di antara angka yang pasti dan hidup yang tak pernah pasti. Ilusrasi: Ist
LANGIT7.ID – Di sebuah ruang pameran di Teheran, manuskrip berhuruf Persia dipajang di balik kaca. Bukan sekadar kaligrafi yang indah, melainkan perpaduan tak lazim: rumus matematika bersanding dengan syair, catatan astronomi diselingi renungan tentang hidup. Jejak itu milik Omar Khayyam, ilmuwan yang teliti mengukur langit, sekaligus penyair yang berani menggoda takdir.

Namun, di luar Iran namanya justru lebih akrab lewat Rubáiyát, kumpulan kuatrain yang populer berkat terjemahan Edward FitzGerald pada 1859. Dalam tangan FitzGerald, Khayyam tampil sebagai ikon eksotisme Timur: penyair anggur, hedonisme, dan nasib. Popularitas ini justru menutupi warisan ilmiahnya sebagai ahli aljabar dan astronom ulung.

“Di Barat, ia lebih sering dipahami sebagai simbol dekadensi,” tulis Mehdi Aminrazavi dalam The Wine of Wisdom (2005). Padahal, Khayyam adalah ilmuwan serius dengan kontribusi nyata bagi sejarah matematika dan kalender.

Nama lengkapnya Umar ibn Ibrahim al-Khayyam al-Nishapuri (1048–1131). Ia menulis risalah matematika yang memperbaiki postulat Euclid, mengklasifikasikan persamaan kubik, dan menawarkan solusi geometris menggunakan kurva konik. Kajian modern menyebut pendekatannya sebagai “geometri aljabar”—fondasi penting sebelum aljabar simbolik berkembang.

Baca juga: Omar Khayyam: Penyair, Ilmuwan, dan Sufi yang Kerap Disalahpahami

Puncak karya ilmiahnya hadir saat Sultan Malik-Shah menugaskannya merancang reformasi kalender. Lahirlah Kalender Jalali (1079) yang terbukti lebih presisi dibanding kalender Julian. Sejarawan sains menilai pencapaian ini monumental. “Kalender itu bertahan berabad-abad dan menjadi bukti disiplin ilmiah Khayyam,” tulis Encyclopaedia Britannica.

Antara mistik dan skeptisisme
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya