Kapal Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Diserang Drone saat Berlayar ke Gaza
Esti setiyowati
Rabu, 24 September 2025 - 15:57 WIB
Kapal Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Diserang Drone saat Berlayar ke Gaza. Fofo: Instagram/globalsumudflotilla.
Kapal misi kemanusiaan, Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan dan rombongan aktivis pro-Palestina, dilaporkan menghadapi serangan berulang dari pesawat nirawak (drone) di perairan internasional saat berlayar menuju Gaza pada Selasa (23/9/2025) malam.
Saat gangguan itu terjadi, para aktivis mendengar bunyi ledakan dan melihat beberapa drone yang menargetkan kapal mereka.
Baca juga: Wanda Hamidah Bergerak Menuju Gaza, Satu-satunya Wakil Indonesia di GSF
"Beberapa pesawat tanpa awak, benda tak dikenal dijatuhkan, komunikasi terputus, dan ledakan terdengar dari sejumlah kapal," kata Global Sumud Flotilla dalam sebuah pernyataan, tanpa menjelaskan adanya korban dari serangan tersebut.
"Kami menyaksikan operasi psikologis ini secara langsung, saat ini, tetapi kami tidak akan terintimidasi," kata pernyataan itu.
Aktivis hak asasi manusia Jerman, Yasemin Acar, mengatakan dalam unggahan video di Instagram, bahwa lima kapal dari rombongan GSF mengalami serangan tersebut.
"Kami hanya membawa bantuan kemanusiaan. Kami tidak memiliki senjata. Kami tidak mengancam siapa pun. Israel-lah yang membunuh ribuan orang (dan) membuat seluruh penduduk kelaparan." katanya.
Saat gangguan itu terjadi, para aktivis mendengar bunyi ledakan dan melihat beberapa drone yang menargetkan kapal mereka.
Baca juga: Wanda Hamidah Bergerak Menuju Gaza, Satu-satunya Wakil Indonesia di GSF
"Beberapa pesawat tanpa awak, benda tak dikenal dijatuhkan, komunikasi terputus, dan ledakan terdengar dari sejumlah kapal," kata Global Sumud Flotilla dalam sebuah pernyataan, tanpa menjelaskan adanya korban dari serangan tersebut.
"Kami menyaksikan operasi psikologis ini secara langsung, saat ini, tetapi kami tidak akan terintimidasi," kata pernyataan itu.
Aktivis hak asasi manusia Jerman, Yasemin Acar, mengatakan dalam unggahan video di Instagram, bahwa lima kapal dari rombongan GSF mengalami serangan tersebut.
"Kami hanya membawa bantuan kemanusiaan. Kami tidak memiliki senjata. Kami tidak mengancam siapa pun. Israel-lah yang membunuh ribuan orang (dan) membuat seluruh penduduk kelaparan." katanya.