LANGIT7.ID-, - Kapal misi kemanusiaan,
Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan dan rombongan aktivis pro-Palestina, dilaporkan menghadapi serangan berulang dari
pesawat nirawak (drone) di perairan internasional saat berlayar menuju Gaza pada Selasa (23/9/2025) malam.
Saat gangguan itu terjadi, para aktivis mendengar bunyi ledakan dan melihat beberapa drone yang menargetkan kapal mereka.
Baca juga: Wanda Hamidah Bergerak Menuju Gaza, Satu-satunya Wakil Indonesia di GSF"Beberapa pesawat tanpa awak, benda tak dikenal dijatuhkan, komunikasi terputus, dan ledakan terdengar dari sejumlah kapal," kata Global Sumud Flotilla dalam sebuah pernyataan, tanpa menjelaskan adanya korban dari serangan tersebut.
"Kami menyaksikan operasi psikologis ini secara langsung, saat ini, tetapi kami tidak akan terintimidasi," kata pernyataan itu.
Aktivis hak asasi manusia Jerman, Yasemin Acar, mengatakan dalam unggahan video di Instagram, bahwa lima kapal dari rombongan GSF mengalami
serangan tersebut.
"Kami hanya membawa bantuan kemanusiaan. Kami tidak memiliki senjata. Kami tidak mengancam siapa pun. Israel-lah yang membunuh ribuan orang (dan) membuat seluruh penduduk kelaparan." katanya.
Sebelumnya, Acar juga mengunggah video yang mengungkapkan bahwa para aktivis melihat 15 hingga 16 drone. Bahkan, kata Acara, radio mereka telah disadap.
Baca juga: Israel Hentikan Bantuan Kemanusiaan dan Serang Gaza, Hamas Tuduh Ada 'Kudeta' Terhadap Gencatan SenjataSatu video yang diunggah di Instagram, yang direkam dari kapal Spectre, memperlihatkan adanya sebuah ledakan pada pukul "01:43 GMT +3".
Dalam video lain yang diunggah oleh laman yang sama, aktivis Brasil Thiago Avila mengatakan empat kapal
"ditargetkan dengan alat pelempar drone" tepat sebelum terjadinya ledakan lain yang terdengar.
Global Sumud Flotilla berlayar dari Barcelona pada awal September. Misi yang dibawa rombongan kemanusiaan ini adalah mendobrak
blokade Israel terhadap Gaza, sekaligus mengirimkan bantuan ke wilayah tersebut.
Pelayaran kemanusiaan GSF diikuti sekitar 50 kapal pada awal bulan ini untuk menerobos
blokade Israel dan membawa bantuan kemanusiaan, khususnya obat-obatan, ke Jalur Gaza, di mana 2,4 juta warga Palestina hidup dalam pengepungan selama 18 tahun.
Flotila menjadi sasaran dalam dua serangan drone yang diduga terjadi di Tunisia, tempat kapalnya berlabuh sebelum melanjutkan pelayarannya menuju Gaza.
Baca juga: Hari Kedua Gencatan Senjata: 915 Truk Bantuan Kemanusiaan Masuk GazaSebelumnya Israel menyatakan tidak mengizinkan kapal-kapal tersebut mencapai Gaza.
Israel memblokir dua upaya aktivis untuk mencapai Gaza melalui jalur laut pada Juni dan Juli lalu.
Israel tengah berada di bawah tekanan dunia internasional atas perang di Gaza, yang memicu krisis kemanusiaan yang mengerikan di wilayah Palestina tersebut.
Bulan lalu, sebuah badan yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi menyatakan sebagian wilayah Gaza mengalami kelaparan.
Kemudian pada 16 September, penyelidik PBB menuduh Israel melakukan "genosida" di wilayah yang terkepung tersebut, hampir dua tahun setelah perang meletus menyusul serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. (Sumber: France24/Anadolu/es).
(est)