LANGIT7.ID-, Istanbul - Aktivis Malaysia peserta
Global Sumud Flotilla (GSF) menceritakan kesadisan Israel pada mereka selama
menjadi tahanan.
Heliza Helmi, influencer sekaligus aktivis GSF, membagikan pengalaman mengerikan saat ditahan oleh tentara Israel dalam
misi kemanusiaan ke Gaza.
“Kami dibombardir dengan water canon, tangan kami diikat di belakang, kami tidak diberi makan atau minum, dan akhirnya kami harus minum air toilet untuk bertahan hidup.” kisah Heliza Helmi seperti dilansir dari Astro AWANI, Selasa (7/10/2025).
Baca juga: Kapal Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Diserang Drone saat Berlayar ke GazaDalam wawancara eksklusif dengan Kepala Redaksi Media Sosial Astro AWANI, Hilal Azmi, Heliza menggambarkan pengalaman tersebut sebagai bukti nyata kekejaman
rezim Zionis terhadap para aktivis yang hanya menjalankan misi kemanusiaan.
“Kami diserang dengan water canon hingga kapal kami hampir tenggelam. Kapal kami kecil, jadi setiap hantaman terasa keras seperti batu," lanjutnya.
Heliza mengatakan, situasi semakin memburuk setelah mereka ditangkap dan dibawa ke darat.
“Kami diikat dengan tangan di belakang punggung selama berjam-jam, kepanasan, dan tidak diberi makan atau minum. Terakhir kali kami minum adalah pada tanggal 1 Oktober," ungkap Heliza.
Bahkan, saat para tahanan meminta air,
tentara Israel tidak memberikannya. Demi bertahan hidup, Heliza mengaku akhirnya meminum air toilet.
"Setelah itu, ketika kami meminta air, mereka tak memberikannya. Akhirnya, kami harus minum air toilet,” ujarnya dengan nada berlinang air mata.
Baca juga: Wanda Hamidah Bergerak Menuju Gaza, Satu-satunya Wakil Indonesia di GSFHeliza juga menceritakan momen sebelum dibawa ke penjara. Kala itu, tentara Israel dengan sinis menanyakan alasan mereka pergi ke Gaza.
"Dia bertanya, 'kenapa kamu pergi ke Gaza?' Saya menjawab, 'untuk memberikan bantuan pangan.' Dia menatap saya dan menjawab, 'selamat datang di penjara.'"
"Saat itu, saya menyadari, inilah realitas rakyat Palestina, mereka tidak bersalah, tetapi mereka masih dipenjara dan dibunuh," ujarnya.
Heliza mengatakan bahwa meskipun menghadapi penyiksaan, semangat solidaritas dari sesama aktivis internasional memberinya kekuatan untuk terus bertahan.
Sebelumnya, sebanyak 23 relawan Malaysia yang sempat ditahan militer Israel dalam pelayaran bersama rombongan kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) ke Gaza, telah dibebaskan dan tiba di Istanbul, Turki, Sabtu petang, dalam kondisi sehat.
Baca juga: Israel Sebut Aktivis Malaysia Teroris, PM Anwar Ibrahim: Ini Penghinaan!(est)