Papan Interaktif Digital dengan Fitur Ramah Disabilitas Mudahkan Murid Tunanetra Belajar
Lusi mahgriefie
Jum'at, 26 September 2025 - 11:10 WIB
Papan Interaktif Digital dengan Fitur Ramah Disabilitas Mudahkan Murid Tunanetra Belajar
Penggunaan Papan Interaktif Digital atau yang disebut Interactive Flat Panel (IFP) tidak hanya membawa manfaat melalui pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi murid regular tetapi juga murid disabilitas.
Papan Interaktif Digital bahkan bisa menjadi teknologi asistif pertama yang digunakan di sekolah luar biasa (SLB) untuk mendukung kemampuan belajar anak berkebutuhan khusus, utamanya murid tunanetra.
Gress Saputra, murid kelas 9A SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta, menjadi salah satu murid yang merasa sangat terbantu dengan hadirnya Papan Interaktif Digital di sekolahnya. Gress mengaku baru pertama kali menggunakan Papan Interaktif Digital ini untuk belajar.
"Ini pertama kalinya saya menggunakan Papan Interaktif Digital ini untuk belajar dan ternyata Papan Interaktif Digital ini kan ada OS Androidnya, sehingga bisa digunakan oleh tunanetra seperti saya dengan cara mengaktifkan fitur talkback. Jadi sangat bisa digunakan oleh tunanetra," ujar Gress bersemangat, dikutip dari Vokasi Kemendikdasmen, Jumat (26/9/2025).
Baca juga: Kemendikdasmen dan Universitas di Thailand Gelar Budidaya Urban Farming untuk Guru dan Komunitas Lokal
Talkback adalah fitur aksesibilitas penting bagi penyandang gangguan penglihatan. Fitur ini dapat membacakan teks yang tampil di layar, dengan suara (text-to-speech). Saat pengguna menyentuh, menggeser, atau membuka aplikasi, fitur talkback akan memberikan umpan balik berupa suara.
Dengan mengaktifkan fitur ini pada layar Papan Interaktif Digital, murid tunanetra dapat mengeksplorasi Papan Interaktif Digital ini untuk belajar, seperti menjawab kuis-kuis yang terkait dengan mata pelajaran yang sedang dipelajari. Gress berharap, adanya Papan Interaktif Digital ini bisa mendorong murid disabilitas tunanetra untuk lebih mengetahui perkembangan teknologi.
Papan Interaktif Digital bahkan bisa menjadi teknologi asistif pertama yang digunakan di sekolah luar biasa (SLB) untuk mendukung kemampuan belajar anak berkebutuhan khusus, utamanya murid tunanetra.
Gress Saputra, murid kelas 9A SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta, menjadi salah satu murid yang merasa sangat terbantu dengan hadirnya Papan Interaktif Digital di sekolahnya. Gress mengaku baru pertama kali menggunakan Papan Interaktif Digital ini untuk belajar.
"Ini pertama kalinya saya menggunakan Papan Interaktif Digital ini untuk belajar dan ternyata Papan Interaktif Digital ini kan ada OS Androidnya, sehingga bisa digunakan oleh tunanetra seperti saya dengan cara mengaktifkan fitur talkback. Jadi sangat bisa digunakan oleh tunanetra," ujar Gress bersemangat, dikutip dari Vokasi Kemendikdasmen, Jumat (26/9/2025).
Baca juga: Kemendikdasmen dan Universitas di Thailand Gelar Budidaya Urban Farming untuk Guru dan Komunitas Lokal
Talkback adalah fitur aksesibilitas penting bagi penyandang gangguan penglihatan. Fitur ini dapat membacakan teks yang tampil di layar, dengan suara (text-to-speech). Saat pengguna menyentuh, menggeser, atau membuka aplikasi, fitur talkback akan memberikan umpan balik berupa suara.
Dengan mengaktifkan fitur ini pada layar Papan Interaktif Digital, murid tunanetra dapat mengeksplorasi Papan Interaktif Digital ini untuk belajar, seperti menjawab kuis-kuis yang terkait dengan mata pelajaran yang sedang dipelajari. Gress berharap, adanya Papan Interaktif Digital ini bisa mendorong murid disabilitas tunanetra untuk lebih mengetahui perkembangan teknologi.