Buah Hati Lahir, Baca Doa Ini untuk Perlindungan dan Segala Harapan baik
Ahmad zuhdi
Rabu, 06 Oktober 2021 - 18:44 WIB
Ilustrasi muslimah bersama dokter kandungan usai persalinan. Foto: Langit7.id/iStock
Memiliki buah hati adalah idaman dan dambaan bagi setiap orang. Penantian buah hati hingga lahir dan beranjak besar adalah suatu kenikmatan dan anugerah (pemberian) dari Allah yang tidak dapat dihitung kenikmatannya.
Karena itu, hendaknya setiap kita bersyukur atas anugerah yang telah Allah berikan dengan hadirnya sang buah hati. Salah satu wujud rasa syukur tersebut dapat dilakukan dengan mendoakan sang bayi yang baru lahir.
Baca Juga:Dzikir Sore Hari, Sambil Beraktivitas Bisa Amalkan Bacaan Ini
Dalam banyak hadits shahih, Rasulullah mencontohkan untuk mendoakan bayi yang baru lahir. Sebagaimana Abu Musa radhiallahu anhu, mengatakan:
وُلِدَ لِي غُلاَمٌ، فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ، فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ، وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَدَفَعَهُ إِلَيَّ
Wulida lii gulamun, fa'ataytu bihin-nabiyya shallahu alaihi wasallam, fasamahu Ibraahiima, fahannakahu bitamratin, wa da'a lahu bil barkati, wa dafa'ahu ilayya.
Arti: Ketika anakku lahir, aku membawanya ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau memberi nama bayiku, Ibrahim dan men-tahnik dengan kurma lalu mendoakannya dengan keberkahan. Kemudian beliau kembalikan kepadaku. (HR. Bukhari nomor 5467 dan Muslim nomor 2145).
Karena itu, hendaknya setiap kita bersyukur atas anugerah yang telah Allah berikan dengan hadirnya sang buah hati. Salah satu wujud rasa syukur tersebut dapat dilakukan dengan mendoakan sang bayi yang baru lahir.
Baca Juga:Dzikir Sore Hari, Sambil Beraktivitas Bisa Amalkan Bacaan Ini
Dalam banyak hadits shahih, Rasulullah mencontohkan untuk mendoakan bayi yang baru lahir. Sebagaimana Abu Musa radhiallahu anhu, mengatakan:
وُلِدَ لِي غُلاَمٌ، فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ، فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ، وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَدَفَعَهُ إِلَيَّ
Wulida lii gulamun, fa'ataytu bihin-nabiyya shallahu alaihi wasallam, fasamahu Ibraahiima, fahannakahu bitamratin, wa da'a lahu bil barkati, wa dafa'ahu ilayya.
Arti: Ketika anakku lahir, aku membawanya ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau memberi nama bayiku, Ibrahim dan men-tahnik dengan kurma lalu mendoakannya dengan keberkahan. Kemudian beliau kembalikan kepadaku. (HR. Bukhari nomor 5467 dan Muslim nomor 2145).