LANGIT7.ID, Jakarta - Memiliki buah hati adalah idaman dan dambaan bagi setiap orang. Penantian buah hati hingga lahir dan beranjak besar adalah suatu kenikmatan dan anugerah (pemberian) dari Allah yang tidak dapat dihitung kenikmatannya.
Karena itu, hendaknya setiap kita bersyukur atas anugerah yang telah Allah berikan dengan hadirnya sang buah hati. Salah satu wujud rasa syukur tersebut dapat dilakukan dengan mendoakan sang bayi yang baru lahir.
Baca Juga: Dzikir Sore Hari, Sambil Beraktivitas Bisa Amalkan Bacaan IniDalam banyak hadits shahih, Rasulullah mencontohkan untuk mendoakan bayi yang baru lahir. Sebagaimana Abu Musa radhiallahu anhu, mengatakan:
وُلِدَ لِي غُلاَمٌ، فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ، فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ، وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَدَفَعَهُ إِلَيَّ
Wulida lii gulamun, fa'ataytu bihin-nabiyya shallahu alaihi wasallam, fasamahu Ibraahiima, fahannakahu bitamratin, wa da'a lahu bil barkati, wa dafa'ahu ilayya.Arti: Ketika anakku lahir, aku membawanya ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau memberi nama bayiku, Ibrahim dan men-tahnik dengan kurma lalu mendoakannya dengan keberkahan. Kemudian beliau kembalikan kepadaku. (HR. Bukhari nomor 5467 dan Muslim nomor 2145).
Baca Juga: Pengertian Sunnah, Tidak Semua Ibadah Dianjurkan RasulullahHal yang sama juga dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada putra Asma bintu Abu Bakr, yang bernama Abdullah bin Zubair. Sesampainya Asma hijrah di Madinah, beliau melahirkan putranya, Abdullah bin Zubair. Bayi inipun dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Asma mengatakan:
ثُمَّ دَعَا بِتَمْرَةٍ فَمَضَغَهَا، ثُمَّ تَفَلَ فِي فِيهِ، فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ دَخَلَ جَوْفَهُ رِيقُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ دَعَا لَهُ، وَبَرَّكَ عَلَيْهِ
Tsumma da'a bi tamratin famadhagaha, tsumma tafala fii fiihi, fakana awwala say'in dakhala jaufahu riiqu Rasulillah shallahu alaihi wasallama, tsumma da'a lahu, wa baraka alaihi.Arti: "Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minta kurma, lalu beliau mengunyahnya dan meletakkannya di mulut si bayi. Makanan pertama yang masuk ke perut si bayi adalah ludah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau mendoakannya dan dan memohon keberkahan untuknya" (HR. Bukhari 3909).
Baca Juga: Tradisi Unik Arak-Arakan Kubah Masjid, Budaya Ummat Islam di MalukuSetiap muslim juga bisa memohon perlindungan untuk anak dari gangguan setan, dengan doa seperti yang pernah dipraktekkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika mendoakan cucunya, Hasan dan Husain.
Ibnu Abbas menceritakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan doa perlindungan untuk kedua cucunya:
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
U'idzukuma bikalimaatillahi taammah, min kulli saythanin wa hammah, wa min kulli aynin laammahArti: Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pAndangan mata buruk. (HR. Abu Daud nomor 3371, dan dishahihkan al-Albani).
Baca Juga: Jamaah Dilarang Pakai Sarung di Masjid Sultan TernateKita bisa meniru doa beliau ini, dengan penyesuaian jenis kelamin bayi. Berbeda pada kata ganti ka untuk dhamir anta (laki-laki) dan ki untuk anti (perempuan).
a. Jika bayi yang dilahirkan perempuan, Anda bisa baca,
أُعِيذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
U’iidzuki bikalimaatillahi taammah, min kulli saythanin wa hammah, wa min kulli aynin laammahb. Jika bayi yang lahir laki-laki, kita bisa membaca,
أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
U’iidzuka bikalimaatillahi taammah, min kulli saythanin wa hammah, wa min kulli aynin laammah
Baca Juga:
Ketergantungan dan Ancaman Media Sosial
Haram, Hukum Kebiasaan Curanrek Setara dengan Dosa Mencuri(asf)