Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home masjid detail berita

Pengertian Sunnah, Tidak Semua Ibadah Dianjurkan Rasulullah

ahmad zuhdi Rabu, 06 Oktober 2021 - 13:19 WIB
Pengertian Sunnah, Tidak Semua Ibadah Dianjurkan Rasulullah
Pengertian sunnah, tidak semua ibadah dianjurkan Rasulullah. (Foto: Antara).
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengertian sunnah harus lah dipahami oleh ummat Islam. Yaitu segala hal yang bersumber dari Nabi shallallahu alaihi wasallam sebagai suri tauladan seluruh manusia.

Sumber ajaran Islam itu telah jelas, yaitu al-Quran dan as-Sunnah. Keduanya mesti dipegang teguh. Tidak ada keraguan di dalam kitabullah.

Demikian juga as-Sunnah, segala hal yang merujuk kepada Rasulullah atas bimbingan langsung dari Allah subhanahu wata ala.

Al-Qur'an dan as-Sunnah adalah sumber hukum Islam mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, bukan saja dalam ibadah ritual, seperti shalat, shaum, zakat atau haji, tetapi juga petunjuk dalam urusan munakahah, muamalah, perdagangan, perbankan, dan juga dalam urusan zinayah (hukum pidana) atau perdata. Demikian juga urusan siayasah, semuanya telah diatur dalam al-Qur'an dan as-Sunnah.

Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda, "Aku telah tinggalkan bagimu dua urusan, kamu tidak akan tersesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya." (HR Malik, al-Muwaththa: 899).

As-Sunnah atau al-Hadits adalah sesuatu yang datang dari Nabi Saw, selain al-Qur'an, baik berupa qaul (ucapan), fi'il (perbuatan), taqrir (persetujuan), maupun sifat Nabi Saw.

Para ulama telah sepakat bahwa as-Sunnah dapat dijadikan hujjah (alasan) dalam menentukan hukum. Namun demikian, ada yang sifatnya mutta'baah (diikuti), yaitu ta'ah dan qurbah (dalam taat dan takarrub kepada Allah, misalnya dalam urusan akidah dan ibadah.

Tetapi ada yang ghair mutta'baah (tidak diikuti), yaitu jibliyyah (tabiat dan budaya) dan khususiyyah (yang dikhususkan untuk Nabi Saw). Contoh jibliyyah seperti mode pakaian, cara berjalan, dan makanan yang disukai. Adapun contoh khususiyyah adalah beristri lebih dari empat, shaum wisal sampai dua hari, dan shalat dua rakaat ba'da Ashar.

Dengan demikian, ada ibadah sunnah yang diikuti dalam rangka meningkatkan ketaatan dan kedekatan (takarrub) kepada Allah Swt dan ada juga ibadah sunnah yang tidak diikuti (ghair mutta'baah), yaitu jibliyyah yang menyangkut tabiat dan budaya Nabi serta khususiyyah, yang hanya dikhususkan untuk Nabi Muhammad.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)