Innalillahi, Guru Tafsir Qur'an Syekh Bashir bin Ahmed Siddiq Wafat
Esti setiyowati
Kamis, 02 Oktober 2025 - 16:09 WIB
Guru Tafsir Quran Syekh Bashir bin Ahmed Siddiq Wafat pada 1 Oktober 2025. Foto: Inside the Haramain.
Syekh Bashir bin Ahmed Siddiq, guru tafsir Al-Qur'an senior di Masjid Nabawi, wafat pada Selasa, 1 Oktober 2025, seperti dilaporkan akun resmi Inside the Haramain.
Syekh Bashirtelah mengabdikan enam puluh tahun dalam hidupnya untuk mengajar di Masjid Nabawi.
Baca juga: Innalillahi, Pengasuh Pesantren Krapyak, Nyai Nafisah Ali Maksum Wafat
Dari didikannya lahir banyak qari dan ulama terkemuka saat ini, di antaranya mantan Imam Masjidil Haram, Syekh Muhammad Ayyoub dan Syekh Ali Jaber, Imam Nabawi saat ini, Syekh Abdul Muhsin Al-Qasim dan Syekh Salah Al-Budair, serta Syekh Muhammad Al-Mukhtar Al-Shanqiti dari Dewan Ulama Senior.
Deretan nama besar ini hanyalah sebagian kecil dari ribuan orang yang belajar di bawah bimbinganSyekh Bashir di Masjid Nabawi.
Syekh Bashir mengukuhkan dirinya sebagai pilar pendidikan Al-Qur'an di tempat suci Masjid Nabawi. Karier mengajarnya berlangsung selama enam dekade, di mana ia mempertahankan kehadiran yang konsisten di lingkungan pendidikan masjid.
Para murid datang dari berbagai negara khusus untuk belajar membaca Al-Qur'an darinya. Reputasinya yang presisi dan pengetahuannya yang mendalam tentang hukum tajwid menjadi daya tarik sendiri.
Syekh Bashirtelah mengabdikan enam puluh tahun dalam hidupnya untuk mengajar di Masjid Nabawi.
Baca juga: Innalillahi, Pengasuh Pesantren Krapyak, Nyai Nafisah Ali Maksum Wafat
Dari didikannya lahir banyak qari dan ulama terkemuka saat ini, di antaranya mantan Imam Masjidil Haram, Syekh Muhammad Ayyoub dan Syekh Ali Jaber, Imam Nabawi saat ini, Syekh Abdul Muhsin Al-Qasim dan Syekh Salah Al-Budair, serta Syekh Muhammad Al-Mukhtar Al-Shanqiti dari Dewan Ulama Senior.
Deretan nama besar ini hanyalah sebagian kecil dari ribuan orang yang belajar di bawah bimbinganSyekh Bashir di Masjid Nabawi.
Syekh Bashir mengukuhkan dirinya sebagai pilar pendidikan Al-Qur'an di tempat suci Masjid Nabawi. Karier mengajarnya berlangsung selama enam dekade, di mana ia mempertahankan kehadiran yang konsisten di lingkungan pendidikan masjid.
Para murid datang dari berbagai negara khusus untuk belajar membaca Al-Qur'an darinya. Reputasinya yang presisi dan pengetahuannya yang mendalam tentang hukum tajwid menjadi daya tarik sendiri.