home global news

Cerita Dibalik Demo Gen Z Madagaskar: Emosi Warga, Pembubaran Pemerintah, dan Tuntutan Lengserkan Presiden

Sabtu, 04 Oktober 2025 - 09:31 WIB
sumber: AFP via bbc.com
Situasi politik di Madagaskar tengah memanas. Dalam seminggu terakhir ini, ribuan orang turun ke jalan berunjuk rasa di berbagai wilayah negara tersebut. Ini merupakan gelombang protes terbesar yang disaksikan negara kepulauan di Samudra Hindia ini dalam lebih dari 15 tahun.

Kemarahan atas kelangkaan kebutuhan pokok telah meningkat pesat menjadi salah satu tantangan paling serius yang dihadapi Presiden Andry Rajoelina, yang telah berkuasa untuk kedua kalinya sejak 2018.

Meski pada Senin lalu Rajoelina telah membubarkan pemerintahannya, yang dianggap sebagai jawaban atas tuntutan para pendemo, akan tetapi hal itu tidak lantas menenangkan para pengunjuk rasa. Mereka tetap menuntut Rajoelina mundur dari jabatannya sebagai Presiden.

Aksi demo yang berujung ricuh itu, setidaknya menewaskan 22 orang dan lebih dari 100 lainnya terluka, menurut PBB. Meskipun pemerintah Madagaskar telah membantah angka-angka tersebut dan menyebutnya berdasarkan "rumor dan misinformasi".

Apa yang menjadi pemicu aksi demo ini menjadi begitu masif?

Tekanan mulai meningkat menyusul penangkapan dua politisi kota terkemuka pada 19 September, yang telah merencanakan demonstrasi damai di ibu kota, Antananarivo, terkait masalah pasokan listrik dan air yang kronis. Melansir bbc.com, Sabtu (4/10/2025).

Layanan yang dikelola oleh perusahaan utilitas milik negara, Jirama, telah terputus selama berjam-jam setiap hari.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya