Korsel Persiapkan Diri Respons Ancaman Nuklir Korut
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 07 Oktober 2021 - 08:05 WIB
Ilustrasi konflik berkepanjangan Korea Selatan dan Utara. Foto: Langit7.id/iStock
Militer Korea Selatan (Korsel) berencana untuk memperkuat pencegahan terhadap ancaman nuklir dan rudal Korea Utara (Korut). Langkah-langkah yang bakal diambil Negeri Gingseng tersebut disesuaikan bersama-sama Amerika Serikat (AS)
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) dalam laporan audit parlemen tahunannya mengatakan, Seoul meningkatkan kemampuan serangan dan pertahanan misil yang dimiliki. Berdasarkan laporan Kantor Berita Yonhap disebutkan, pekan lalu Korea Utara menguji coba rudal anti-pesawat yang baru dikembangkan.
Baca Juga:Gagal Atasi Wabah Covid-19, Kim Jong Un Pecat Pejabat Korea Utara
"Korea Utara terus meningkatkan kemampuan nuklir dan misilnya, dengan pembicaraan denuklirisasi yang telah lama terhenti," demikian dikutip dari Anadolu Agency laporan JCS.
"Menghadapi berbagai tantangan seperti penutupan perbatasan dan kesulitan ekonomi yang memburuk akibat Covid-19, Korea Utara dapat melakukan provokasi militer untuk menyeimbangkan, meskipun ada kemungkinan dialog," ungkapnya.
Diketahui, uji coba yang dilakukan Korut meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea. Terlebih pada rangkaian peluncuran rudal dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga:Pemerintah Segera Pulangkan Diplomat RI dari Korea Utara
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) dalam laporan audit parlemen tahunannya mengatakan, Seoul meningkatkan kemampuan serangan dan pertahanan misil yang dimiliki. Berdasarkan laporan Kantor Berita Yonhap disebutkan, pekan lalu Korea Utara menguji coba rudal anti-pesawat yang baru dikembangkan.
Baca Juga:Gagal Atasi Wabah Covid-19, Kim Jong Un Pecat Pejabat Korea Utara
"Korea Utara terus meningkatkan kemampuan nuklir dan misilnya, dengan pembicaraan denuklirisasi yang telah lama terhenti," demikian dikutip dari Anadolu Agency laporan JCS.
"Menghadapi berbagai tantangan seperti penutupan perbatasan dan kesulitan ekonomi yang memburuk akibat Covid-19, Korea Utara dapat melakukan provokasi militer untuk menyeimbangkan, meskipun ada kemungkinan dialog," ungkapnya.
Diketahui, uji coba yang dilakukan Korut meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea. Terlebih pada rangkaian peluncuran rudal dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga:Pemerintah Segera Pulangkan Diplomat RI dari Korea Utara