LANGIT7.ID, Seoul - Militer Korea Selatan (Korsel) berencana untuk memperkuat pencegahan terhadap ancaman nuklir dan rudal Korea Utara (Korut). Langkah-langkah yang bakal diambil Negeri Gingseng tersebut disesuaikan bersama-sama Amerika Serikat (AS)
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) dalam laporan audit parlemen tahunannya mengatakan, Seoul meningkatkan kemampuan serangan dan pertahanan misil yang dimiliki. Berdasarkan laporan Kantor Berita Yonhap disebutkan, pekan lalu Korea Utara menguji coba rudal anti-pesawat yang baru dikembangkan.
Baca Juga: Gagal Atasi Wabah Covid-19, Kim Jong Un Pecat Pejabat Korea Utara"Korea Utara terus meningkatkan kemampuan nuklir dan misilnya, dengan pembicaraan denuklirisasi yang telah lama terhenti," demikian dikutip dari
Anadolu Agency laporan JCS.
"Menghadapi berbagai tantangan seperti penutupan perbatasan dan kesulitan ekonomi yang memburuk akibat Covid-19, Korea Utara dapat melakukan provokasi militer untuk menyeimbangkan, meskipun ada kemungkinan dialog," ungkapnya.
Diketahui, uji coba yang dilakukan Korut meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea. Terlebih pada rangkaian peluncuran rudal dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Pemerintah Segera Pulangkan Diplomat RI dari Korea UtaraPada Senin (4/10/2021), Korut dan Korsel sejatinya telah memulihkan jalur komunikasi lintas batas yang terputus oleh Pyongyang Juli lalu. kondisi tersebut awalnya meningkatkan harapan dimulainya kembali dialog antar-Korea yang terhenti.
Tahun lalu, Korut meledakkan kantor penghubung dan secara sepihak memutus semua jalur komunikasi antar-Korea melalui selebaran anti-Pyongyang yang dikirim dari Korsel. Hotline tersebut sempat kembali beroperasi pada akhir Juli sebelum ditangguhkan oleh Korea Utara sebagai protes terhadap latihan militer gabungan tahunan Korea Selatan dan AS. (Sumber:
Anadolu Agency)
Baca Juga:
Indonesia Beli 6 Jet Latih T-50 Produksi Korea Selatan
Calon Pekerja Migran Indonesia Tunggu Kepastian Berangkat ke Korsel dan Taiwan(asf)