Sinergi Muhammadiyah dan Kemendikdasmen: Membangun Karakter Siswa Hebat untuk Indonesia Emas 2045
Tim langit 7
Kamis, 09 Oktober 2025 - 14:39 WIB
Sinergi Muhammadiyah dan Kemendikdasmen: Membangun Karakter Siswa Hebat untuk Indonesia Emas 2045
LANGIT7.ID–Yogyakarta; Upaya membangun generasi berkarakter kini semakin diperkuat lewat kolaborasi antara Pusat Studi Muhammadiyah (PSM) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Keduanya bersatu dalam agenda besar menanamkan nilai karakter melalui kegiatan seminar bertema “Menanamkan Karakter Siswa Hebat Menuju Indonesia Emas Melalui 7 Kebiasaan Anak Hebat” yang digelar di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Kamis (09/10).
Kegiatan ini menghadirkan ratusan kepala sekolah, guru, serta pelajar Muhammadiyah dari berbagai SMP dan SMA se-DI Yogyakarta. Seminar tersebut menjadi ruang dialog sekaligus wadah bertukar gagasan untuk memperkuat peran sekolah Muhammadiyah dalam membentuk karakter pelajar melalui pendekatan yang sederhana namun berkelanjutan.
Direktur Pusat Studi Muhammadiyah sekaligus Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, dalam sambutannya mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia sejatinya berawal dari pembentukan mental dan kepribadian.
“Dalam lagu Indonesia Raya ada penggalan lirik Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Membangun karakter tidak bisa instan, tapi melalui pendidikan yang membudaya dan berproses panjang,” ujarnya dia dalam keterangan resmi, Kamis (9/10/2025).
Ia menekankan bahwa kecerdasan akademik tanpa integritas justru berpotensi menimbulkan masalah baru. “Kita ingin anak didik Muhammadiyah yang bukan hanya pintar, tetapi juga berkarakter. Buat apa pintar kalau korupsi, tidak jujur, dan tidak amanah,” tegasnya.
Menurut Bachtiar, nilai moral seperti disiplin, jujur, dan amanah tidak dapat diciptakan dalam sekejap, melainkan melalui pembiasaan dan keteladanan yang terus-menerus. “Kalau tidak dibudayakan, karakter yang baik itu akan menguap dan hilang seperti uap,” lanjutnya. Ia berharap gerakan pendidikan karakter ini menjadi bagian dari budaya sekolah Muhammadiyah yang konsisten dalam membina siswa berjiwa kuat dan berkepribadian Indonesia.
Dukungan juga datang dari Arif Jamali Muis, Staf Khusus Kemendikdasmen RI yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY. Dalam pandangannya, kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menyederhanakan praktik pendidikan karakter yang sering kali hanya berhenti di tataran teori.
Kegiatan ini menghadirkan ratusan kepala sekolah, guru, serta pelajar Muhammadiyah dari berbagai SMP dan SMA se-DI Yogyakarta. Seminar tersebut menjadi ruang dialog sekaligus wadah bertukar gagasan untuk memperkuat peran sekolah Muhammadiyah dalam membentuk karakter pelajar melalui pendekatan yang sederhana namun berkelanjutan.
Direktur Pusat Studi Muhammadiyah sekaligus Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, dalam sambutannya mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia sejatinya berawal dari pembentukan mental dan kepribadian.
“Dalam lagu Indonesia Raya ada penggalan lirik Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Membangun karakter tidak bisa instan, tapi melalui pendidikan yang membudaya dan berproses panjang,” ujarnya dia dalam keterangan resmi, Kamis (9/10/2025).
Ia menekankan bahwa kecerdasan akademik tanpa integritas justru berpotensi menimbulkan masalah baru. “Kita ingin anak didik Muhammadiyah yang bukan hanya pintar, tetapi juga berkarakter. Buat apa pintar kalau korupsi, tidak jujur, dan tidak amanah,” tegasnya.
Menurut Bachtiar, nilai moral seperti disiplin, jujur, dan amanah tidak dapat diciptakan dalam sekejap, melainkan melalui pembiasaan dan keteladanan yang terus-menerus. “Kalau tidak dibudayakan, karakter yang baik itu akan menguap dan hilang seperti uap,” lanjutnya. Ia berharap gerakan pendidikan karakter ini menjadi bagian dari budaya sekolah Muhammadiyah yang konsisten dalam membina siswa berjiwa kuat dan berkepribadian Indonesia.
Dukungan juga datang dari Arif Jamali Muis, Staf Khusus Kemendikdasmen RI yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY. Dalam pandangannya, kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menyederhanakan praktik pendidikan karakter yang sering kali hanya berhenti di tataran teori.