Rasulullah Tak Pernah Marah karena Urusan Pribadi, Tapi Marah Saat Ajaran Islam Dicederai
Muhajirin
Kamis, 07 Oktober 2021 - 12:07 WIB
Kaligrafi Nabi Muhammad di sudut kota Istanbul (foto: Instagram/@shark023)
Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat mulia. Dia tidak pernah marah jika menyangkut masalah pribadi. Sangat mudah untuk memaafkan. Dia bisa melakukan itu, karena beliau adalah pria yang kuat. Dia dibela oleh Tuhan, dibela oleh para malaikat, dan dibela oleh orang-orang beriman.
Dalam Islam, ketika seseorang memiliki kekuatan untuk membalas seseorang yang menyakiti, maka akhlak yang terbaik adalah memaafkan.
“Itulah Rasulullah. Dia, jika dia mau, maka Malaikat gunung bahkan siap menerima perintahnya untuk menyerahkan dua gunung di Thaif kepada orang-orang yang menyakitinya. Tapi Rasulullah tidak mau dan tidak melakukannya,” kata sejarawan Islam, Ustadz Asep Sobari, melalui kanal youtube Komunitas Sirah, dikutip Kamis (10/7/2021).
Namun kepribadian Rasulullah akan berubah jika yang disentuh adalah agama Allah Ta'ala. Aisyah Radhiyallahu Anha menjelaskan, dia akan marah sebanyak yang dia bisa. Tidak ada yang mau menghentikan kemarahannya.
“Jadi Rasulullah SAW memiliki rasa marah, dan dia menyalurkan amarahnya dengan benar, yaitu ketika yang disentuh, yang ternoda adalah hukum Allah, agama Allah, maka dia akan marah,” katanya.
Rasulullah SAW pernah marah kepada Usamah bin Zaid, anak dari anak angkat yang sangat disayanginya. Usamah dalam satu perang membunuh seorang pria yang mengatakan bahwa dia adalah seorang Muslim yang putus asa. Pria itu membacakan dua kalimat syahadat setelah dipojokkan oleh Usamah.
Baca Juga: Teladan Akhlak dan Cinta Rasulullah pada Anak-anak, Tak Pernah Menolak Keinginan Mereka
Dalam Islam, ketika seseorang memiliki kekuatan untuk membalas seseorang yang menyakiti, maka akhlak yang terbaik adalah memaafkan.
“Itulah Rasulullah. Dia, jika dia mau, maka Malaikat gunung bahkan siap menerima perintahnya untuk menyerahkan dua gunung di Thaif kepada orang-orang yang menyakitinya. Tapi Rasulullah tidak mau dan tidak melakukannya,” kata sejarawan Islam, Ustadz Asep Sobari, melalui kanal youtube Komunitas Sirah, dikutip Kamis (10/7/2021).
Namun kepribadian Rasulullah akan berubah jika yang disentuh adalah agama Allah Ta'ala. Aisyah Radhiyallahu Anha menjelaskan, dia akan marah sebanyak yang dia bisa. Tidak ada yang mau menghentikan kemarahannya.
“Jadi Rasulullah SAW memiliki rasa marah, dan dia menyalurkan amarahnya dengan benar, yaitu ketika yang disentuh, yang ternoda adalah hukum Allah, agama Allah, maka dia akan marah,” katanya.
Rasulullah SAW pernah marah kepada Usamah bin Zaid, anak dari anak angkat yang sangat disayanginya. Usamah dalam satu perang membunuh seorang pria yang mengatakan bahwa dia adalah seorang Muslim yang putus asa. Pria itu membacakan dua kalimat syahadat setelah dipojokkan oleh Usamah.
Baca Juga: Teladan Akhlak dan Cinta Rasulullah pada Anak-anak, Tak Pernah Menolak Keinginan Mereka