Sumbar-BSI Jalin Kerja Sama Kembangkan Ekonomi Syariah
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 07 Oktober 2021 - 14:35 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Kepala Regional CEO III Palembang, PT Bank Syariah Indonesia, Alhuda DJ menandatangani kesepahaman kerjasama. Foto: Antara/Dokumentasi Apim Sumbar
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) area Padang menjalin kerja sama dalam penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan syariah dalam mewujudkan dan mengembangkan perekonomian di daerah itu.
Penandatangan kesepahaman dilakukan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Kepala Regional CEO III Palembang, PT Bank Syariah Indonesia, Alhuda DJ di Aula Kantor Gubernur.
"Potensi ekonomi syariah di Sumbar sangat besar didukung oleh adat budaya dan agama masyarakat. Dengan kerjasama ini diharapkan bisa mendorong pengembangan sektor tersebut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Kamis (7/10/2021).
Baca Juga: Anggota DPR: RUU Ekonomi Syariah dapat atasi ketidakadilan ekonomi
Dia mengatakan BSI memiliki aset yang luar biasa besar mencapai Rp250 triliun sementara masyarakat Sumbar yang 98 persen adalah muslim memiliki falsafah hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang menjadi potensi pengembangan ekonomi syariah sehingga menjadi "pasangan" yang tepat untuk sama-sama berkembang.
"Kami juga menawarkan kepada BSI untuk berinvestasi di bidang kesehatan dengan membangun rumah sakit serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung sektor UMKM, pertanian," katanya.
Selain itu koperasi syariah juga berkembang makin pesat di Sumbar sehingga membutuhkan dukungan pendanaan dari perbankan yang basisnya adalah syariah. "Kami berharap BSI juga berperan dalam membantu koperasi syariah di Sumbar," katanya.
Penandatangan kesepahaman dilakukan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Kepala Regional CEO III Palembang, PT Bank Syariah Indonesia, Alhuda DJ di Aula Kantor Gubernur.
"Potensi ekonomi syariah di Sumbar sangat besar didukung oleh adat budaya dan agama masyarakat. Dengan kerjasama ini diharapkan bisa mendorong pengembangan sektor tersebut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Kamis (7/10/2021).
Baca Juga: Anggota DPR: RUU Ekonomi Syariah dapat atasi ketidakadilan ekonomi
Dia mengatakan BSI memiliki aset yang luar biasa besar mencapai Rp250 triliun sementara masyarakat Sumbar yang 98 persen adalah muslim memiliki falsafah hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang menjadi potensi pengembangan ekonomi syariah sehingga menjadi "pasangan" yang tepat untuk sama-sama berkembang.
"Kami juga menawarkan kepada BSI untuk berinvestasi di bidang kesehatan dengan membangun rumah sakit serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung sektor UMKM, pertanian," katanya.
Selain itu koperasi syariah juga berkembang makin pesat di Sumbar sehingga membutuhkan dukungan pendanaan dari perbankan yang basisnya adalah syariah. "Kami berharap BSI juga berperan dalam membantu koperasi syariah di Sumbar," katanya.