Shalawat Mansub, Ijazah Habib Sholeh Tanggul saat Hadapi Kesulitan
Muhajirin
Kamis, 07 Oktober 2021 - 13:21 WIB
Habib Sholeh Tanggul (foto: istimewa)
Shalawat bukan hanya lantunan pujian kepada Baginda Rasulullah SAW. Shalawat juga merupakan syarat dan adab dalam berdoa. Shalawat merupakan perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, sama halnya dengan dzikir.
Pembacaan shalawat tidak lepas dari peran Nabi Muhammad SAW sebagai penyampai risalah kepada umat manusia. Shalawat juga mempunyai ragam macam nama, salah satunya shalawat Mansub.
Shalawat Mansub ini merupakan karomah Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid yang lahir di Hadramaut, Yaman pada 1895 M. Ia melakukan perjalanan ke Indonesia pada 1921 M dan menetap di Jember, Jawa Timur, lalu menikah dengan perempuan yang berasa dari Lumajang.
Syekh Sholeh memang dikenal seorang ulama yang shaleh, selalu berdzikir kepada Allah SWT, dan masih memiliki garis keturunan dengan Nabi Muhammad SAW, melalui Fatimah az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib.
Baca Juga: Sejarah Shalawat Asyghil: Digubah Saat Keturunan Nabi Muhammad Terdzalimi
Dia datang ke Tanggul Jember untuk menyebarkan Islam, karena dahulu masyarakat setempat tidak begitu memahami Islam. Kehadiran beliau sangat berpengaruh di tempat itu. Sehingga, masyarakat Jember yang semula tak beriman kepada Allah, berangsur-angsur mengucapkan dua kalimat syahadat.
Pembacaan shalawat tidak lepas dari peran Nabi Muhammad SAW sebagai penyampai risalah kepada umat manusia. Shalawat juga mempunyai ragam macam nama, salah satunya shalawat Mansub.
Shalawat Mansub ini merupakan karomah Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid yang lahir di Hadramaut, Yaman pada 1895 M. Ia melakukan perjalanan ke Indonesia pada 1921 M dan menetap di Jember, Jawa Timur, lalu menikah dengan perempuan yang berasa dari Lumajang.
Syekh Sholeh memang dikenal seorang ulama yang shaleh, selalu berdzikir kepada Allah SWT, dan masih memiliki garis keturunan dengan Nabi Muhammad SAW, melalui Fatimah az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib.
Baca Juga: Sejarah Shalawat Asyghil: Digubah Saat Keturunan Nabi Muhammad Terdzalimi
Dia datang ke Tanggul Jember untuk menyebarkan Islam, karena dahulu masyarakat setempat tidak begitu memahami Islam. Kehadiran beliau sangat berpengaruh di tempat itu. Sehingga, masyarakat Jember yang semula tak beriman kepada Allah, berangsur-angsur mengucapkan dua kalimat syahadat.