home edukasi & pesantren

Cerita Walikota Depok Dibotak Saat Nyantri di Gontor

Kamis, 07 Oktober 2021 - 14:36 WIB
Walikota Depok Mohammad Idris (foto: istimewa)
Bagi kalangan santri ataupun alumni pondok pesantren, hukuman botak gundul merupakan momen paling menakutkan sekaligus mengundang tawa saat reuni. Mayoritas santri yang mendapat hukuman otak karena melakukan pelanggaran berat, seperti keluar pondok tanpa izin atau ketahuan merokok.

Hukuman botak ini pernah dirasakan Walikota Depok, Mohammad Idris, saat masih berstatus santri Pondok Modern Darussalam Gontor. Pernah suatu ketika jiwa remaja Idris bergelora sehingga memutuskan keluar pondok tanpa izin. Namun nahas, ia tak pandai bersembunyi dari intaian para ustadz.

“Waktu itu, pernah saya dihukum karena keluar pesantren untuk bertanding basket tapi tidak minta izin. Kala itu kita sudah berasumsi jika kita minta izin, tidak akan dikasih. Konsekuensinya dibotakin dan disuruh menyapu di depan rumah Kiai,” kenang Idris seperti dikutip laman Humas Pemkot Depok, Kamis (7/10/2021).

Usai menamatkan Madrasah Ibtidaiyah Jakarta, pria yang lahir di Jakarta pada tanggal 25 Juli 1961 di Jakarta itu memang melanjutkan pendidikan ke Pondok Modern Darussalam Gontor hingga meraih beasiswa studi di Arab Saudi pada 1982. Ia kemudian meraih gelar doktor di Fakultas Syari’ah jurusan Tsaqofah Islamiyyah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi.

Pilihan Idris melanjutkan pendidikan ke Gontor tidak lepas dari rekomendasi sang ayah, Haji Abdul Shomad. “Bapak dan paman saya memilihkan saya untuk mengenyam pendidikan di Gontor, mungkin dengan pertimbangan karena dari anak-anaknya belum ada yang masuk jurusan agama sebelumnya,”ujar Idris mengungkapkan awal masuk ke Gontor.

Ia merasa senang saat belajar di pesantren tersebut. segala lika-liku kini menjadi kenang yang tak pernah bisa terlupakan. Dari sana ia belajar kedisiplinan, konsekuensi setiap perbuatan, dan apresiasi atas prestasi.

Idris mengaku banyak belajar saat menjadi santri. Apalagi ketika dibotak. Namun pelajaran yang paling disukai adalah pelajaran matematika. Pelajaran favorit yang tak biasa. “Untuk pelajaran umum, saya suka berhitung. Sedangkan untuk Bahasa Arabnya, yang saya senangi itu Imla',” ucap Idris.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
inspirasi santri walikota hari santri 2021
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya