BGN Banten Fasilitasi Bimtek dan Sertifikasi Penjamah Makanan Guna Tingkatkan Kemampuan
Lusi mahgriefie
Ahad, 19 Oktober 2025 - 08:03 WIB
Foto: ist
Direktorat Penyedia dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Banten melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Pangan secara berkelanjutan. Peserta terdiri dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, akuntan, dan relawan SPPG.
Koordinator Wilayah II BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan peserta soal ketahanan pangan dan pengetahuan soal gizi.
"Disamping itu relawan bisa meningkatkan kompetensi di bidang pangan dan akhirnya bisa mendapatkan sertifikat Ketahanan Pangan dan Sanitasi sebagai dasar nanti di setiap SPPG masing- masing," ujar Asep Royani dalam sambutannya membuka kegiatan Bimtek BGN, di Hotel Horison Altama Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (18/10/2025).
Asep berharap dengan adanya kegiatan ini, semua peserta tidak hanya meningkatkan kemampuan dan berhenti di sini melainkan bisa menerapkan ilmunya di masing-masing dapur, sesuai tempat kerjanya.
"Akhirnya ketika peserta sudah dapat sertifikat diharapkan bisa ditindaklanjuti ketika kegiatanMBG di masing- masing dapur (SPPG), sehingga bisa di minimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, misalnya terjadinya keracunan yang diakibatkan MBG, mungkin karena unsur makanan atau sesuatu efek dari MBG tersebut," imbuh Asep.
Sebelumnya, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional Nurjaeni, menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan dan keterampilan penjamah makanan dalam layanan MBG menjadi prasyarat untuk meningkatkan kualitas penyediaan MBG. Mulai dari aspek pengadaan bahan pangan yang berkualitas, penyiapan bahan pangan yang baik, proses memasak, proses pemorsian dan pendistribusian MBG kepada penerima manfaat.
"Semua proses dan tahapan tersebut dilakukan dengan memenuhi syarat laik higienis sanitasi sehingga terjaga keamanan pangan sampai kepada penerima manfaat," kata Nurjaeni.
Koordinator Wilayah II BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan peserta soal ketahanan pangan dan pengetahuan soal gizi.
"Disamping itu relawan bisa meningkatkan kompetensi di bidang pangan dan akhirnya bisa mendapatkan sertifikat Ketahanan Pangan dan Sanitasi sebagai dasar nanti di setiap SPPG masing- masing," ujar Asep Royani dalam sambutannya membuka kegiatan Bimtek BGN, di Hotel Horison Altama Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (18/10/2025).
Asep berharap dengan adanya kegiatan ini, semua peserta tidak hanya meningkatkan kemampuan dan berhenti di sini melainkan bisa menerapkan ilmunya di masing-masing dapur, sesuai tempat kerjanya.
"Akhirnya ketika peserta sudah dapat sertifikat diharapkan bisa ditindaklanjuti ketika kegiatanMBG di masing- masing dapur (SPPG), sehingga bisa di minimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, misalnya terjadinya keracunan yang diakibatkan MBG, mungkin karena unsur makanan atau sesuatu efek dari MBG tersebut," imbuh Asep.
Sebelumnya, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional Nurjaeni, menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan dan keterampilan penjamah makanan dalam layanan MBG menjadi prasyarat untuk meningkatkan kualitas penyediaan MBG. Mulai dari aspek pengadaan bahan pangan yang berkualitas, penyiapan bahan pangan yang baik, proses memasak, proses pemorsian dan pendistribusian MBG kepada penerima manfaat.
"Semua proses dan tahapan tersebut dilakukan dengan memenuhi syarat laik higienis sanitasi sehingga terjaga keamanan pangan sampai kepada penerima manfaat," kata Nurjaeni.