Menbud Fadli Zon Ajak Santri Gunakan Film sebagai Alat Diplomasi Budaya Indonesia
Tim langit 7
Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:11 WIB
Menbud Fadli Zon Ajak Santri Gunakan Film sebagai Alat Diplomasi Budaya Indonesia
LANGIT7.ID–Jakarta; Sebagai bagian dari rangkaian program Santri Film Festival (SANFFEST) 2025, Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan acara “Taaruf Film”, sebuah talkshow inspiratif bertajuk “Santri Memandang Dunia Melalui Lensa Budaya”. Bertempat di Gedung A, Kompleks Kementerian Kebudayaan, acara ini menghadirkan sejumlah pembicara kawakan yang membahas peran santri dalam membentuk narasi kebudayaan melalui medium film.
Hadir sebagai pembicara kunci, Menbud Fadli Zon menegaskan pentingnya peran santri dalam membangun narasi budaya Indonesia di era modern. Program SANFFEST 2025 yang mengusung tema ‘Dari Jendela Santri, Memandang Dunia’, menurut Menbud Fadli, bukan hanya sebuah slogan, melainkan visi besar bahwa santri tidak hanya pewaris tradisi pesantren, tetapi juga aktor penting dalam diplomasi kebudayaan Indonesia.
Menbud Fadli menyoroti posisi strategis pesantren dalam sejarah dan budaya Indonesia, serta relevansinya dalam menjawab tantangan global masa kini.
“Pesantren telah menjelma menjadi institusi bersejarah yang turut membentuk wajah kebudayaan Indonesia dan peradaban Islam di Nusantara yang terhubung dan terintegrasi dengan peradaban Islam di dunia. Itulah sebabnya pesantren mampu menjadi ruang perjumpaan harmonis antara nilai-nilai Islam dan kebudayaan Nusantara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/10/2025).
Dalam kesempatan ini, Menbud Fadli juga menjelaskan bahwa SANFFEST 2025 tidak hanya sebagai ajang kompetisi film, melainkan bagian dari gerakan budaya yang menjadikan pesantren sebagai pusat inspirasi peradaban dunia.
“SANFFEST 2025 harus menjadi medium dakwah dan kekuatan soft power Indonesia. Namun demikian, SANFFEST 2025 bukan sekadar ajang perfilman, melainkan gerakan budaya yang menjadikan pesantren sebagai pusat inspirasi peradaban dunia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menbud Fadli menggarisbawahi potensi besar film sebagai alat transformasi sosial, pendidikan, bahkan diplomasi internasional. Menteri Kebudayaan juga menyinggung isu-isu kemanusiaan global.
Hadir sebagai pembicara kunci, Menbud Fadli Zon menegaskan pentingnya peran santri dalam membangun narasi budaya Indonesia di era modern. Program SANFFEST 2025 yang mengusung tema ‘Dari Jendela Santri, Memandang Dunia’, menurut Menbud Fadli, bukan hanya sebuah slogan, melainkan visi besar bahwa santri tidak hanya pewaris tradisi pesantren, tetapi juga aktor penting dalam diplomasi kebudayaan Indonesia.
Menbud Fadli menyoroti posisi strategis pesantren dalam sejarah dan budaya Indonesia, serta relevansinya dalam menjawab tantangan global masa kini.
“Pesantren telah menjelma menjadi institusi bersejarah yang turut membentuk wajah kebudayaan Indonesia dan peradaban Islam di Nusantara yang terhubung dan terintegrasi dengan peradaban Islam di dunia. Itulah sebabnya pesantren mampu menjadi ruang perjumpaan harmonis antara nilai-nilai Islam dan kebudayaan Nusantara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/10/2025).
Dalam kesempatan ini, Menbud Fadli juga menjelaskan bahwa SANFFEST 2025 tidak hanya sebagai ajang kompetisi film, melainkan bagian dari gerakan budaya yang menjadikan pesantren sebagai pusat inspirasi peradaban dunia.
“SANFFEST 2025 harus menjadi medium dakwah dan kekuatan soft power Indonesia. Namun demikian, SANFFEST 2025 bukan sekadar ajang perfilman, melainkan gerakan budaya yang menjadikan pesantren sebagai pusat inspirasi peradaban dunia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menbud Fadli menggarisbawahi potensi besar film sebagai alat transformasi sosial, pendidikan, bahkan diplomasi internasional. Menteri Kebudayaan juga menyinggung isu-isu kemanusiaan global.