Lewat AICIS+ 2025, Kemenag Tegaskan Islam Mampu Jawab Tantangan Dunia Modern
Tim langit 7
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 09:37 WIB
Lewat AICIS 2025, Kemenag Tegaskan Islam Mampu Jawab Tantangan Dunia Modern
LANGIT7.ID–Depok; Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) tengah mempersiapkan hajatan intelektual berskala global: Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025. Ajang ini bukan sekadar konferensi akademik, tetapi sebuah gerakan yang ingin menegaskan peran Islam dalam menuntun arah sains dan kemanusiaan modern.
Bertempat di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok, AICIS+ 2025 mencatat rekor luar biasa: sebanyak 2.434 abstrak dari 31 negara dikirimkan untuk diseleksi. Tahun ini, forum tersebut mengusung tema “Islam, Ekoteologi, dan Transformasi Teknologi: Inovasi Multidisipliner untuk Masa Depan yang Adil dan Berkelanjutan.”
Isu-isu seperti krisis iklim, etika kecerdasan buatan (AI), hingga keadilan sosial akan menjadi pusat perdebatan dari perspektif keislaman yang terbuka dan ilmiah.
Islam Menjawab Krisis Zaman
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menilai bahwa AICIS+ merupakan langkah strategis untuk menunjukkan kontribusi Islam dalam menjawab dua tantangan terbesar abad ini: degradasi spiritual dan kehancuran ekologis.
“Kita tengah menghadapi dua krisis besar dunia sekaligus: krisis spiritual dan krisis ekologis. Melalui AICIS+, Kemenag ingin menunjukkan bahwa Islam dapat hadir dengan solusi yang rasional, berkeadaban, dan selaras dengan nilai kemanusiaan universal,” ujar Amien Suyitno dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, Islam memiliki dasar pengetahuan yang kokoh untuk menghadapi perubahan zaman, baik melalui nilai-nilai ekoteologi yang menegaskan tanggung jawab manusia terhadap alam maupun etika teknologi yang menjamin kemajuan digital tetap berpihak pada kemaslahatan.
Bertempat di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok, AICIS+ 2025 mencatat rekor luar biasa: sebanyak 2.434 abstrak dari 31 negara dikirimkan untuk diseleksi. Tahun ini, forum tersebut mengusung tema “Islam, Ekoteologi, dan Transformasi Teknologi: Inovasi Multidisipliner untuk Masa Depan yang Adil dan Berkelanjutan.”
Isu-isu seperti krisis iklim, etika kecerdasan buatan (AI), hingga keadilan sosial akan menjadi pusat perdebatan dari perspektif keislaman yang terbuka dan ilmiah.
Islam Menjawab Krisis Zaman
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menilai bahwa AICIS+ merupakan langkah strategis untuk menunjukkan kontribusi Islam dalam menjawab dua tantangan terbesar abad ini: degradasi spiritual dan kehancuran ekologis.
“Kita tengah menghadapi dua krisis besar dunia sekaligus: krisis spiritual dan krisis ekologis. Melalui AICIS+, Kemenag ingin menunjukkan bahwa Islam dapat hadir dengan solusi yang rasional, berkeadaban, dan selaras dengan nilai kemanusiaan universal,” ujar Amien Suyitno dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, Islam memiliki dasar pengetahuan yang kokoh untuk menghadapi perubahan zaman, baik melalui nilai-nilai ekoteologi yang menegaskan tanggung jawab manusia terhadap alam maupun etika teknologi yang menjamin kemajuan digital tetap berpihak pada kemaslahatan.