home edukasi & pesantren

Banyak Ulama Gugur di Tengah Pandemi, Kaderisasi Ulama Sangat Urgen

Rabu, 14 Juli 2021 - 10:33 WIB
ilustrasi foto pemakaman di masa pandemi (foto: langit7.id/antara)
LANGIT7.ID, Jakarta – Dua pekan terakhir, kabar duka terus terdengar di dinding maya. Indonesia berduka seiring banyaknya ulama meninggal dunia. Diantaranya Ulama kharismatik Betawi K.H. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i meninggal dunia pada Sabtu (10/7/2021) disusul KH Ahmad Lutfi Fathullah sehari berikutnya. Di Sulawesi Selatan ada Ustadz Syamsuddin Abd. Kadir, di Kediri ulama kenamaan pengasuh Pesantren Al Falah Ploso Kediri KH Zainuddin Djazuli menghembuskan nafas terakhir.

Pekan lalu, Rabu (7/7/2021), Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencatat sebanyak 584 Kiai meninggal dunia selama pandem Covid-19 menerpa Indonesia. Data itu berdasarkan catatan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU sejak awal pandemi hingga 4 Juli 2021.

Fenomena itu membuat Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mendesak pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam untuk fokus mengkader ulama. Kaderisasi ulama sangat penting, mengingat mereka sosok penting dalam tegaknya bangsa dan negara.

Secara khusus dia menyorot Muhammadiyah sebagai pelopor sistem pendidikan di Indonesia. Dia menyebut kaderisasi ulama tidak boleh kendur, terlebih dalam menyambut masa-masa berat yang akan datang. Kaderisasi ulama harus dilakukan di semua lini, termasuk oleh majelis-majelis dan lembaga.

Dia lalu menyinggung peran yang dilakukan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (PMP) Muhammadiyah. Dia menyebut kehadiran MPM adalah untuk mengisi kekosongan gerakan Muhammadiyah.

“Berdirinya MPM adalah sebuah solusi atau kebijakan untuk mengisi kekosongan dalam gerakan Muhammadiyah, yang sesungguhnya awalnya adalah gerakan pemberdayaan masyarakat.” Tutur Din dalam Takziyah Virtual melepas kepergian almarhum Iqbal Tuasikal, Anggota MPM PP Muhammadiyah, pada Senin (12/7/2021).

Dia menyebut, secara genealogi, MPM adalah warisan yang lahir dari kreativitas KH Ahmad Dahlan. Seiring waktu, Muhammadiyah sempat menjadi gerakan yang lebih mengarah ke tataran strategis seperti pelayanan pendidikan, kesehatan, sosial dan aspek-aspek sistematis lain.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ulama wafat ulama kaderisasi ulama
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya