Perlu Pengawasan Ketat jika Dua Bandara Internasional Dibuka
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 07 Oktober 2021 - 18:20 WIB
Wisatawan di Bandara Ngurah Rai (foto: istock)
Rencana pembukaan kembali penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai dan Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang mendapat dukungan dari Ketua MPR Bambang Soesatyo.
Namun, pemerintah perlu menerapkan protokol kesehatan ketat, melakukan pengawasan di setiap pintu masuk, khususnya bagi perjalanan internasional.
"Saya mendukung rencana pemerintah tersebut yang bertujuan untuk memulihkan pariwisata sekaligus ekonomi negara," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/10).
Pengawasan ketat perlu dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran varian virus baru Covid-19 masuk ke Indonesia melalui simpul-simpul transportasi yang melayani rute internasional.
Baca juga:Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Siap Sambut Kedatangan Wisman
Selain itu pemerintah juga diminta untuk memberlakukan karantina bagi warga negara asing (WNA) yang memasuki wilayah Indonesia, termasuk warga negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri.
"Ini penting guna mencegah masuknya kasus baru Covid-19 yang berasal dari perjalanan internasional," tegasnya.
Namun, pemerintah perlu menerapkan protokol kesehatan ketat, melakukan pengawasan di setiap pintu masuk, khususnya bagi perjalanan internasional.
"Saya mendukung rencana pemerintah tersebut yang bertujuan untuk memulihkan pariwisata sekaligus ekonomi negara," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/10).
Pengawasan ketat perlu dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran varian virus baru Covid-19 masuk ke Indonesia melalui simpul-simpul transportasi yang melayani rute internasional.
Baca juga:Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Siap Sambut Kedatangan Wisman
Selain itu pemerintah juga diminta untuk memberlakukan karantina bagi warga negara asing (WNA) yang memasuki wilayah Indonesia, termasuk warga negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri.
"Ini penting guna mencegah masuknya kasus baru Covid-19 yang berasal dari perjalanan internasional," tegasnya.