Expo 2020 Dubai Berpotensi Dongkrak Sektor Pariwisata Indonesia
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 07:30 WIB
Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai. (Foto: Humas Kemendag)
Perwakilan Indonesia memanfaatkan ajang Dubai Expo 2020 untuk melakukan sejumlah kegiatan promosi, salah satunya promosi pariwisata di Tanah Air.
Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Nia Niscaya, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Expo 2020 Dubai: Etalase Indonesia di Kancah Dunia" yang berlangsung secara virtual dari Jakarta Pusat, Kamis (7/10).
Menurut Nia, adanya promosi di ajang Dubai Expo 2020 sebagai pintu masuk dalam menggaungkan pembukaan pariwisata di Indonesia, seperti pembukaan destinasi pariwisata di Bali dan lima destinasi super prioritas (DSP) yang terus digencarkan.
"Saat ini, angka kasus lonjakan kasus positif Covid-19 di dalam negeri kian menurun tajam. Dengan begitu, promosi destinasi wisata sudah seharusnya dapat mulai dipromosikan pada beberapa waktu ke depan," ujarnya.
Baca juga:Presiden Minta Pembukaan Pariwisata di Bali dan Kepri Disesuaikan Level PPKM
Nia mengungkapkan bahwa vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah juga sudah mencapai angka yang sangat baik dalam beberapa waktu belakangan. Hal ini dirasa sangat penting dalam mempengaruhi persepsi wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia.
"Promosi yang dilakukan berlandaskan tren pariwisata yang sedang marak dilakukan oleh wisman, dan lebih menonjolkan CHSE yang disesuaikan dengan konsep new normal pada saat ini," ujarnya.
Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Nia Niscaya, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Expo 2020 Dubai: Etalase Indonesia di Kancah Dunia" yang berlangsung secara virtual dari Jakarta Pusat, Kamis (7/10).
Menurut Nia, adanya promosi di ajang Dubai Expo 2020 sebagai pintu masuk dalam menggaungkan pembukaan pariwisata di Indonesia, seperti pembukaan destinasi pariwisata di Bali dan lima destinasi super prioritas (DSP) yang terus digencarkan.
"Saat ini, angka kasus lonjakan kasus positif Covid-19 di dalam negeri kian menurun tajam. Dengan begitu, promosi destinasi wisata sudah seharusnya dapat mulai dipromosikan pada beberapa waktu ke depan," ujarnya.
Baca juga:Presiden Minta Pembukaan Pariwisata di Bali dan Kepri Disesuaikan Level PPKM
Nia mengungkapkan bahwa vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah juga sudah mencapai angka yang sangat baik dalam beberapa waktu belakangan. Hal ini dirasa sangat penting dalam mempengaruhi persepsi wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia.
"Promosi yang dilakukan berlandaskan tren pariwisata yang sedang marak dilakukan oleh wisman, dan lebih menonjolkan CHSE yang disesuaikan dengan konsep new normal pada saat ini," ujarnya.