69 Sekolah di Australia Ditutup, Menyusul Temuan Kandungan Asbes Pada Mainan Pasir Berwarna
Lusi mahgriefie
Senin, 17 November 2025 - 07:30 WIB
Ilustrasi: ist
Di wilayah Ibu Kota Australia (Australian Capital Territory/ACT) sebanyak 69 sekolah terpaksa ditutup mulai hari ini, Senin (17/11) menyusul adanya temuan kandungan asbes dalam pasir mainan berwarna. Demikian pernyataan pemerintah setempat.
Produk-produk tersebut telah ditarik sebab ditemukan mengandung jejak asbes dalam beberapa sampel, dikeluarkan oleh Kmart dan Target pada hari Sabtu (15/11) lalu.
Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) menyatakan terdapat risiko "rendah" bahwa asbes dapat melayang di udara atau cukup halus untuk terhirup.
Inspeksi sekolah-sekolah sedang berlangsung dan dapat "memakan waktu berhari-hari", kata Menteri Pendidikan ACT, Yvette Berry, dalam sebuah unggahan di Facebook. Ia menambahkan bahwa sejauh ini hasil uji udara menunjukkan "negatif asbes melayang di udara" dari semua sekolah.
Hal ini terjadi setelah beberapa sekolah dan prasekolah di wilayah tersebut ditutup sebagian atau seluruhnya pada hari Jumat, menyusul peringatan risiko asbes dalam pasir anak-anak yang dijual oleh Officeworks.
Baca juga:Otoritas Obat Arab Saudi Pastikan Bedak Talek J&J Bebas Asbes
Penutupan sekolah juga terjadi di New Zealand karena kekhawatiran akan produk pasir, dengan setidaknya dua sekolah lainnya akan ditutup untuk pengujian pada hari Senin, menurut New Zealand Herald.
Produk-produk tersebut telah ditarik sebab ditemukan mengandung jejak asbes dalam beberapa sampel, dikeluarkan oleh Kmart dan Target pada hari Sabtu (15/11) lalu.
Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) menyatakan terdapat risiko "rendah" bahwa asbes dapat melayang di udara atau cukup halus untuk terhirup.
Inspeksi sekolah-sekolah sedang berlangsung dan dapat "memakan waktu berhari-hari", kata Menteri Pendidikan ACT, Yvette Berry, dalam sebuah unggahan di Facebook. Ia menambahkan bahwa sejauh ini hasil uji udara menunjukkan "negatif asbes melayang di udara" dari semua sekolah.
Hal ini terjadi setelah beberapa sekolah dan prasekolah di wilayah tersebut ditutup sebagian atau seluruhnya pada hari Jumat, menyusul peringatan risiko asbes dalam pasir anak-anak yang dijual oleh Officeworks.
Baca juga:Otoritas Obat Arab Saudi Pastikan Bedak Talek J&J Bebas Asbes
Penutupan sekolah juga terjadi di New Zealand karena kekhawatiran akan produk pasir, dengan setidaknya dua sekolah lainnya akan ditutup untuk pengujian pada hari Senin, menurut New Zealand Herald.