LANGIT7.ID - , Riyadh - Perusahaan multinasional Amerika,
Johnson & Johnson (J&J) menghadapi tuntutan hukum dari sejumlah konsumen dan penyintas kanker. Tuntutan tersebut berdasarkan dugaan produk bedak talek J&J mengandung asbes yang menyebabkan kanker.
Otoritas Makanan dan Obat Saudi (SFDA) mengkonfirmasi
bedak talek yang diproduksi oleh J&J, yang dijual di Arab Saudi, tidak mengandung
asbes.
Konfirmasi SFDA muncul setelah seseorang menanyakan tentang langkah-langkah yang diambil otoritas
Arab Saudi. Ini setelah berita keputusan J&J menghentikan produksi dan penjualan bedak bayi yang mengandung talek di seluruh dunia pada 2023.
Baca juga: Mengenal Bahan Talek, Kandungan Bedak Johnson & JohnsonSFDA menyatakan, telah melakukan proses penarikan sampel bedak bayi J&J dari seluruh wilayah di sekitar Arab Saudi. Hasil analisis menunjukkan produk tersebut sesuai dengan spesifikasi dan bebas asbes.
"Pihak SFDA memastikan telah memeriksa keamanan semua produk sebelum memasuki wilayah Arab Saudi melalui cabang-cabang di semua
pelabuhan darat, laut dan udara," tulis keterangan SFDA, melansir dari Saudi Gazette, Senin (15/8/2022).
Secara berkala SFDA juga memantau keamanan produk
kosmetik yang diperdagangkan di pasar lokal dengan mengambil sampel produk dan memeriksanya untuk memastikan produk tersebut bebas dari zat terlarang.
SFDA menegaskan juga terus menindaklanjuti keputusan yang akan dikeluarkan untuk menarik produk apa pun mengandung bahan terlarang, oleh badan pengatur internasional.
Sebagai informasi, J&J mengumumkan akan sepenuhnya menggantikan bahan talek dengan tepung jagung di semua bedak bayi yang dijualnya di seluruh dunia.
Baca juga: Amankah Bedak Talek untuk Area Kelamin Perempuan?Sebelumnya, J&J menghadapi puluhan ribu tuntutan hukum dari wanita yang menuduh bedaknya mengandung asbes dan menyebabkan
kanker ovarium. Namun perusahaan menegaskan, beberapa dekade penelitian independen menunjukkan produk tersebut aman untuk digunakan.
(est)