LANGIT7.ID, Jakarta -
Vaksin Covid-19 merek Johnson & Johnson akan masuk ke Tanah Air pada September 2021. Vaksin Johnson & Johnson tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Belanda.
Hal sedemikian tersebut disampaikan langsung Menteri Kesehatan
Budi Gunadi Sadikin. Secara keseluruhan, Indonesia akan menerima sekitar 80 juta dosis vaksin pada September dari berbagai merek antara lain
Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer.
Baca Juga: Jadi Booster Pfizer dan Sinovac, AstraZeneca Belum Yakin"Kita akan kedatangan vaksin Johnson & Johnson itu dari Belanda itu tergeser (dari bulan ini) menjadi bulan depan, ini vaksin yang hanya satu suntikan," kata Budi dalam rapat kerja dengan DPR RI pada Rabu (25/8/2021).
Vaksin-vaksin tersebut merupakan hasil pembelian langsung pemerintah, bantuan dari Covax Facility, juga hibah dari sejumlah negara. Indonesia sejauh ini mengamankan pengadaan 426 juta dosis vaksin yang datang secara bertahap untuk memvaksinasi 208,26 juta penduduk.
Baca Juga: 5 Juta Vaksin Sinovac Datang Lagi ke IndonesiaNamun, Budi mengatakan situasi pengiriman vaksin masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pengiriman vaksin Novavax, yang dibeli Indonesia sebanyak 50 juta dosis kepada perusahaan farmasi Amerika Serikat harus diundur hingga Oktober karena belum mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA).
Untuk mengantisipasi keterlambatan distribusi vaksin Novavax pada program vaksinasi nasional, Budi meminta agar AstraZeneca dapat mempercepat pengiriman 30 juta dosis vaksin. "Kita sudah siap-siap minta AstraZeneca mempercepat pengiriman 30 juta dosis yang tadinya awal tahun depan dan memindahkan produksinya dari Thailand ke China," ungkapnya. (Sumber:
Anadolu Agency)
Baca Juga:
Penyuntikan Booster Moderna Dimulai, 50 Guru Besar Kedokteran Terima Dosis Ketiga
Vaksinasi Beda Platform, Nakes Bakal Disuntik Moderna usai Terima Sinovac(asf)