Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengenal Bahan Talek, Kandungan Bedak Johnson & Johnson

Fifiyanti Abdurahman Senin, 15 Agustus 2022 - 14:50 WIB
Mengenal Bahan Talek, Kandungan Bedak Johnson & Johnson
Bedak tabur berbahan talek. (Foto: Pixabay).
LANGIT7.ID, Jakarta - Johnson & Johnson akan berhenti menjual bedak bayi secara global pada 2023 mendatang. Sebab banyak yang menyebut bedak berbahan talek itu menyebabkan kanker.

Merujuk dari Healthline, talek merupakan mineral alami yang mengandung kombinasi magnesium, silikon, oksigen, dan hidrogen. Ketika ditambang dan digiling, ia menjadi bedak, yang biasa digunakan dalam produk kosmetik.

Namun dalam keadaan alaminya, sering ditemukan berdekatan dengan asbes yakni zat berbahaya yang menyebabkan peradangan dan kanker paru-paru.

Baca Juga: Begini Cara Sederhana Bedakan Anak Aktif dan Hiperaktif

Ketika talek ditambang di dekat asbes, ada potensi kontaminasi silang antara kedua mineral tersebut. Nah, kontaminasi inilah yang menyebabkan bedak mengandung asbes.

Melihat terdapat potensi bahaya bedak talek yang mengandung asbes, maka itu Food and Drug Administration (FDA) telah mengambil peran utama dalam menetapkan pedoman aman untuk produk yang mengandung bedak talek.

Jadi apakah bedak talek menyebabkan kanker?

Penelitian tentang bedak talek dan risiko kanker cukup luas dan mencakup berbagai jenis kanker, seperti kanker ovarium, kanker serviks, dan lainnya.

Kanker ovarium

Penelitian tentang kanker ovarium dan penggunaan bedak talek tidak konsisten, artinya para peneliti belum secara pasti mengatakan tidak ada hubungan antara keduanya. Kemungkinan ada dari beberapa alasan ini.

Seperti, kemungkinan karena kanker ovarium relatif jarang, sehingga mempersulit peneliti untuk mempelajarinya. Sebuah perkiraan ada 21.410 wanita akan menerima diagnosis kanker ovarium pada tahun 2021.

Alasan lain mungkin bagaimana peneliti mengatur studi mereka, yang cenderung mempengaruhi hasil mereka. Misal, penelitian jangka panjang terkait dengan wanita yang menggunakan bedak talek dan melacak kanker ovarium cenderung tidak menemukan hubungan antara keduanya.

Tetapi penelitian terhadap wanita yang sudah didiagnosis dengan kanker ovarium terkadang menemukan hubungan potensial antara penggunaan bedak talek dan kanker ovarium.

Sebuah tinjauan kritis tahun 2019 terhadap 30 penelitian terkait kanker ovarium dan bedak talek menyimpulkan bahwa beberapa wanita mungkin berisiko lebih tinggi terkena kanker ovarium jika mereka menggunakan bedak.

Kanker endometrium

Studi 2019 mengidentifikasi hubungan positif antara penggunaan bedak talek dan kanker endometrium. Ini merupakan penelitian retrospektif, yakni mengamati wanita yang didiagnosis dengan kanker endometrium dan kebiasaan mereka.

Tetapi beberapa tahun kemudian diterbitkan studi yang menemukan bahwa paparan bedak pada tubuh bagian bawah maupun atas tidak meningkatkan risiko kanker endometrium.

Analisis terbaru dari empat penelitian besar, yang melibatkan hampir 210.000 wanita, juga menganalisis potensi hubungan antara bedak talek dan kanker endometrium. Hasilnya, pa
ara peneliti tidak menemukan hubungan yang signifikan antara penggunaan bedak di area genital dan perkembangan kanker endometrium.

Kanker serviks

Sebuah studi tahun 2021, meneliti lebih dari 49.000 wanita di atas 10 tahun, terkait apakah ada hubungan antara penggunaan bedak tabur dan wanita yang didiagnosis menderita kanker serviks. Hasilnya, para peneliti ini tidak mengidentifikasi hubungan antara penggunaan bedak genital dan kanker serviks.

Namun, ini adalah salah satu studi pertama yang meneliti hubungan potensial. Diperlukan lebih banyak penelitian di bidang ini.

Kanker payudara

Sama halnya dengan kanker serviks, sangat sedikit penelitian yang tersedia tentang hubungan antara kanker payudara dan bedak talek.

Terdapat satu studi yang mempelajari soal kosmetik dan risiko kanker, serta membahas potensi hubungan antara kosmetik tertentu, seperti pelembab tubuh dengan paraben, dan risiko kanker payudara. Tetapi tidak disebutkan adanya hubungan antara paparan bedak talek dan risiko kanker payudara dalam penelitian ini atau literatur lain yang tersedia.

Kanker paru-paru

Penelitian tentang kanker paru-paru dan bedak talek terutama berfokus pada peningkatan risiko kanker akibat menghirup bedak. Meskipun kebanyakan orang tidak menghirup bedak dalam jumlah besar, pekerja yang menambang bedak mungkin lebih berisiko untuk menghirup bedak.

Ada penelitian yang menganalisis risiko kanker di berbagai populasi, termasuk penambang bedak dan penambang yang terpapar zat berbahaya lainnya. Dalam penelitian tersebut dijelaskan, meskipun ada peningkatan kematian akibat kanker paru-paru di antara penambang yang terpapar bedak, namun risiko yang sama ini tidak ditemukan pada pembuat bedak.

Para peneliti percaya ini mungkin karena peningkatan paparan zat berbahaya lainnya saat menambang bedak tetapi tidak menggilingnya.

Analisis terbaru meninjau terdapat 14 studi observasional menemukan hubungan serupa antara kanker paru-paru dan inhalasi bedak. Peningkatan risiko ini ditemukan konsisten apakah bedak mengandung serat asbes atau tidak. Menurut para peneliti, ini mungkin karena sifat peradangan bedak saat dihirup, yang terjadi terlepas dari kandungan asbesnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)