Di Era Dominasi Senjata dan Ekonomi, NU Didorong Jadi Penyeimbang
Tim langit 7
Senin, 17 November 2025 - 10:51 WIB
Di Era Dominasi Senjata dan Ekonomi, NU Didorong Jadi Penyeimbang
LANGIT7.ID–Pekalongan;Dalam sebuah forum akademik di UIN KH Abdurrahman Wahid, Kota Pekalongan, Ahad (16/11/2025), Staf Ahli Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Prof Rumadi Achmad, menjelaskan bagaimana kekuatan global modern masih didominasi oleh negara dengan ekonomi kuat dan kemampuan memproduksi alat pertahanan.
Dalam paparan pada Sesi Plenary Muktamar Ilmu Pengetahuan III itu, Rumadi menegaskan bahwa dua aspek tersebut berperan besar dalam proses negosiasi internasional, karena menjadi dasar bagi pengaruh politik suatu negara.
“Negara yang kuat ekonominya dan mampu memproduksi senjata sendiri, pasti punya kekuatan politik,” ujarnya dilansir dari situs NU, dikutip Senin (17/11/2025).
Rumadi menuturkan bahwa perkembangan ekonomi sangat dipengaruhi besarnya investasi dan pergerakan ekonomi domestik yang berhasil menekan kemiskinan serta pengangguran. Menurutnya, fondasi ekonomi ini juga menjadi modal utama dalam membangun kemandirian industri pertahanan.
Ia turut menyoroti potensi jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap) yang sempat berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada era Orde Baru, strategi menekankan stabilitas dipakai untuk menarik investor asing dan memperkuat struktur ekonomi.
Dalam konteks geopolitik saat ini, Rumadi menyebut Amerika Serikat, Rusia, dan China sebagai contoh negara yang memegang pengaruh kuat karena mereka mandiri dalam industri militer dan memiliki kekuatan modal.
Sementara Indonesia, ia menilai, masih dalam proses menuju kemandirian. Meski industri pertahanan seperti PT Pindad menunjukkan peningkatan, kemampuan memenuhi seluruh kebutuhan nasional belum sepenuhnya tercapai.
Dalam paparan pada Sesi Plenary Muktamar Ilmu Pengetahuan III itu, Rumadi menegaskan bahwa dua aspek tersebut berperan besar dalam proses negosiasi internasional, karena menjadi dasar bagi pengaruh politik suatu negara.
“Negara yang kuat ekonominya dan mampu memproduksi senjata sendiri, pasti punya kekuatan politik,” ujarnya dilansir dari situs NU, dikutip Senin (17/11/2025).
Rumadi menuturkan bahwa perkembangan ekonomi sangat dipengaruhi besarnya investasi dan pergerakan ekonomi domestik yang berhasil menekan kemiskinan serta pengangguran. Menurutnya, fondasi ekonomi ini juga menjadi modal utama dalam membangun kemandirian industri pertahanan.
Ia turut menyoroti potensi jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap) yang sempat berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada era Orde Baru, strategi menekankan stabilitas dipakai untuk menarik investor asing dan memperkuat struktur ekonomi.
Dalam konteks geopolitik saat ini, Rumadi menyebut Amerika Serikat, Rusia, dan China sebagai contoh negara yang memegang pengaruh kuat karena mereka mandiri dalam industri militer dan memiliki kekuatan modal.
Sementara Indonesia, ia menilai, masih dalam proses menuju kemandirian. Meski industri pertahanan seperti PT Pindad menunjukkan peningkatan, kemampuan memenuhi seluruh kebutuhan nasional belum sepenuhnya tercapai.