CahayaDhuha: Jangan Biarkan Ada Ruang Kosong
Tim langit 7
Kamis, 20 November 2025 - 09:04 WIB
CahayaDhuha: Jangan Biarkan Ada Ruang Kosong
LANGIT7.ID-Perjalanan hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah tidak dijalankan begitu saja tanpa rencana yang matang. Syeikh Said Ramadhan Al-Buthi mengupas bagaimana detailnya persiapan hijrah dalam kitab Fiqhus Sirah.
Sahabat Abu Bakar telah mempersiapkan dua ekor kuda sejak empat bulan sebelumnya. Beliau juga mengatur tugas bagi putra-putrinya yaitu Abdullah, Aisyah dan Asma.
Abdullah diperintahkan mencuri dengar berita-berita yang beredar di kota, kemudian menyampaikan informasi tersebut ke gua Tsur setiap sore.
Aisyah menyiapkan makanan dan Asma yang mengantarkannya ke gua Tsur tempat Rasulullah dan ayahnya bersembunyi. Pembantu mereka yang bernama Amir bin Fahirah juga diberikan peran untuk menggembala domba di padang pasir yang dilalui Asma.
Dengan demikian maka jejak-jejak kaki Asma di atas pasir akan tertutup oleh jejak domba, sehingga orang-orang musyrik tak bisa membuntuti di mana keberadaan mereka.
Seorang penunjuk jalan juga sudah disewa sejak jauh-jauh hari sebelumnya, yaitu Abdullah bin Arqath, karena ia hafal sekali jalan pintas menuju Madinah. Pemilihan rute ini juga telah diperhitungkan masak-masak, untuk menghindari pengejaran orang-orang musyrik.
Masih ada Sahabat Ali bin Abi Thalib yang didelegasikan untuk mengatur benda-benda yang ditinggalkan Rasulullah untuk dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing, karena sebagian besar benda tersebut adalah titipan orang-orang Mekkah.
Sahabat Abu Bakar telah mempersiapkan dua ekor kuda sejak empat bulan sebelumnya. Beliau juga mengatur tugas bagi putra-putrinya yaitu Abdullah, Aisyah dan Asma.
Abdullah diperintahkan mencuri dengar berita-berita yang beredar di kota, kemudian menyampaikan informasi tersebut ke gua Tsur setiap sore.
Aisyah menyiapkan makanan dan Asma yang mengantarkannya ke gua Tsur tempat Rasulullah dan ayahnya bersembunyi. Pembantu mereka yang bernama Amir bin Fahirah juga diberikan peran untuk menggembala domba di padang pasir yang dilalui Asma.
Dengan demikian maka jejak-jejak kaki Asma di atas pasir akan tertutup oleh jejak domba, sehingga orang-orang musyrik tak bisa membuntuti di mana keberadaan mereka.
Seorang penunjuk jalan juga sudah disewa sejak jauh-jauh hari sebelumnya, yaitu Abdullah bin Arqath, karena ia hafal sekali jalan pintas menuju Madinah. Pemilihan rute ini juga telah diperhitungkan masak-masak, untuk menghindari pengejaran orang-orang musyrik.
Masih ada Sahabat Ali bin Abi Thalib yang didelegasikan untuk mengatur benda-benda yang ditinggalkan Rasulullah untuk dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing, karena sebagian besar benda tersebut adalah titipan orang-orang Mekkah.