home global news

Special Screening Buya Hamka Vol. 3, Fadli Zon Ungkap Nilai Luhur Sang Ulama

Kamis, 20 November 2025 - 12:32 WIB
Special Screening Buya Hamka Vol. 3, Fadli Zon Ungkap Nilai Luhur Sang Ulama
Dalam rangka memperingati Hari Islam Internasional dan menyemarakkan Santri Film Festival 2025, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan special screening film Awal Mula Buya Hamka (Vol. 3) di studio XXI Ciputra Kuningan, sebagai bentuk apresiasi dan refleksi atas nilai-nilai luhur yang diwariskan Buya Hamka.

Film ini kembali mengangkat keteladanan perjuangan, pemikiran, dan spiritualitas Buya Hamka, seorang ulama, sastrawan, dan tokoh bangsa yang warisannya terus menginspirasi lintas generasi. Melalui narasi yang kuat dan sinematografi yang menyentuh, Buya Hamka Vol. 3 menjadi ruang refleksi mengenai keikhlasan, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air.

Sebagai bagian dari rangkaian pemutaran khusus, film ini diharapkan dapat memberikan akses edukatif yang lebih luas kepada para pelajar dan santri di seluruh Indonesia. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pada kesempatan tersebut menyampaikan film Awal Mula Buya Hamka (Vol. 3) merupakan sebuah biopik yang beliau harapkan dapat memperoleh apresiasi besar dari masyarakat Indonesia. Film tersebut menurutnya layak ditonton karena hampir seluruh aspek produksinya mencapai tingkat artistik yang tinggi, sekaligus menyimpan banyak pelajaran penting: sejarah, ekspresi budaya, konflik, alur cerita, hingga sisi-sisi pribadi Buya Hamka sebagai penulis yang gigih belajar.

“Kita juga disajikan perjalanan Buya Hamka mengembangkan dirinya sebagai ulama, belajar dari banyak guru, serta berbagai hal menarik yang dapat menginspirasi dan memotivasi kita. Buya Hamka adalah sosok multi-talenta: ulama, penulis, wartawan, pendidik, sekaligus sastrawan dengan karya-karya besar, termasuk Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Di Bawah Lindungan Ka’bah, dan roman-roman lain seperti Si Sabariah,” ungkap Menbud dalam keterangan resmi, Kamis (20/11/2025).

Menbud menambahkan lewat film seperti ini, pesan-pesan budaya disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Menurutnya banyak ekspresi budaya yang muncul, mulai dari adat istiadat, sejarah, arsitektur rumah, keindahan visual, hingga fesyen atau pakaian tradisional. Semua itu jelasnya, adalah ekspresi budaya penting yang dapat langsung dilihat tanpa perlu banyak penjelasan.

“Film ini juga memperlihatkan bagaimana identitas budaya yang kuat dapat berakulturasi dan bersinergi, meskipun terdiri dari beragam suku bangsa. Kita lihat Buya Hamka berada di Mekah, Jeddah, Medan, dan berbagai tempat lain, bekerja bersama orang-orang dari latar belakang berbeda. Ini menunjukkan bahwa sebagai manusia, kita harus selalu bekerja sama dan saling menolong,” tutup Menbud Fadli Zon.

Produser Falcon Pictures, Frederica, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa film ini akan ditayangkan tahun depan. Namun saat ini menurutnya Falcon Pictures sedang bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, agar film ini dapat lebih dulu disosialisasikan dan ditonton oleh para pelajar di seluruh Indonesia, termasuk para santri. Setelah itu film ini akan dirilis secara nasional.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya