Abdul Mu’ti: Muhammadiyah Tidak Dikhususkan untuk Umat Islam
Miftah yusufpati
Ahad, 23 November 2025 - 17:07 WIB
Dalam pidatonya, Muti meminta warga Muhammadiyah tetap percaya diri tanpa berlebihan dan tidak terjebak dalam zona nyaman. Foto: Jakartamu
LANGIT7.ID- Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi yang hadir untuk seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya bagi pemeluk Islam atau warga Muhammadiyah saja. Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara Milad Muhammadiyah di Jakarta, Minggu, 23 November 2025.
“Muhammadiyah itu tidak dikhususkan untuk mereka yang beragama Islam, tidak juga yang khusus warga Muhammadiyah. Muhammadiyah itu untuk masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya di hadapan ribuan peserta.
Mu’ti menggambarkan besarnya kontribusi Muhammadiyah dalam pelayanan sosial dan ekonomi nasional. Ia meminta publik membayangkan kondisi Indonesia tanpa sekolah, kampus, dan rumah sakit Muhammadiyah.
“Kalau tidak ada Muhammadiyah, ya menjadi minus one. Berapa banyak yang bekerja di sekolah-sekolah, kampus, dan rumah sakit Muhammadiyah? Berapa banyak ekonomi yang bergerak di sekitarnya?” kata Mu’ti.
Menurutnya, kontribusi tersebut sering tidak dihitung dalam statistik ekonomi karena paradigma yang terlalu berorientasi industri dan kapitalistik. “Padahal organisasi sosial seperti Muhammadiyah menyerap ratusan ribu bahkan jutaan tenaga kerja di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah hadir untuk memberi, bukan meminta. “Kalau ada yang mengira Muhammadiyah hanya minta sumbangan, tesis itu keliru,” tegasnya.
Mu’ti menambahkan, Muhammadiyah terus berkembang sebagai organisasi global dan humaniter. Ia menyebut tim penanggulangan bencana Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) kini memiliki Emergency Medical Team yang telah diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Muhammadiyah itu tidak dikhususkan untuk mereka yang beragama Islam, tidak juga yang khusus warga Muhammadiyah. Muhammadiyah itu untuk masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya di hadapan ribuan peserta.
Mu’ti menggambarkan besarnya kontribusi Muhammadiyah dalam pelayanan sosial dan ekonomi nasional. Ia meminta publik membayangkan kondisi Indonesia tanpa sekolah, kampus, dan rumah sakit Muhammadiyah.
“Kalau tidak ada Muhammadiyah, ya menjadi minus one. Berapa banyak yang bekerja di sekolah-sekolah, kampus, dan rumah sakit Muhammadiyah? Berapa banyak ekonomi yang bergerak di sekitarnya?” kata Mu’ti.
Menurutnya, kontribusi tersebut sering tidak dihitung dalam statistik ekonomi karena paradigma yang terlalu berorientasi industri dan kapitalistik. “Padahal organisasi sosial seperti Muhammadiyah menyerap ratusan ribu bahkan jutaan tenaga kerja di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah hadir untuk memberi, bukan meminta. “Kalau ada yang mengira Muhammadiyah hanya minta sumbangan, tesis itu keliru,” tegasnya.
Mu’ti menambahkan, Muhammadiyah terus berkembang sebagai organisasi global dan humaniter. Ia menyebut tim penanggulangan bencana Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) kini memiliki Emergency Medical Team yang telah diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).