home masjid

Milad Muhammadiyah ke-113: Abdul Mu’ti dan Tafsir Manusia Paripurna

Ahad, 23 November 2025 - 17:32 WIB
Perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta dipadati ribuan warga. Foto: Jakartamu
LANGIT7.ID- Halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kramat Raya, dipadati ribuan jamaah. Minggu, 23 November 2025. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti naik ke podium. Ia antara lain mengajak hadirin menengok kembali jati diri manusia.

“Di dalam Al-Qur’an, manusia disebut Bashar, Insan atau An-Nas, dan Bani Adam,” katanya.

Mu’ti menjelaskan Bashar sebagai manusia jasmani — makhluk makan, minum, berkembang biak. Perspektif ini sejalan dengan tafsir al-Tabari dan al-Qurtubi yang menekankan fungsi biologis dan keterikatan manusia pada tanah asal penciptaannya.

Seyyed Hossein Nasr dalam Man and Nature (1968) menyebut konsep ini sebagai pengingat bahwa manusia tidak boleh terasing dari alam dan batas kodratnya.

Namun manusia tak berhenti di tubuh. Ketika rh ditiupkan, ia naik tingkat menjadi Insan atau An-Nas: makhluk berakal dan berhati.

Dalam kajian psikologi Islam, seperti diuraikan Malik Badri (2013), manusia Insan memiliki fitrah untuk mencari Tuhan, kebenaran, dan keindahan. Mu’ti menekankan akar kata An-Nas berkaitan dengan kelembutan: manusia ditakdirkan lembut sebelum keras lingkungan membesarkannya.

Lalu ada sebutan Bani Adam. Gelar yang kerap datang bersamaan dengan peringatan moral. “Ketika Qur’an berkata, ‘Wahai Bani Adam’, itu panggilan untuk menjaga martabat,” ucap Mu’ti. Pakaian terbaik saat memasuki masjid, makan secukupnya, tidak berlebih-lebihan — ajaran etika yang menyelimuti estetika.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya