Nabi Muhammad SAW, Tokoh Pertama di Dunia yang Perjuangkan Hak Kaum Disabilitas
Muhajirin
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 21:28 WIB
Ilustrasi membantu sesama (foto: langit7.id/istock)
Penggagas Sekolabilitas yakni lembaga advokasi untuk kaum disabilitas, Muhammad Zulfikar Rakhmat, mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan tokoh pertama yang menggagas dan membela hak-hak kaum disabilitas. Sejak 14 abad lalu, jauh sebelum Konvensi PBB tentang Hak Penyandang Disabilitas diberlakukan, beliau sudah berjuang agar hak-hak penyandang disabilitas dipenuhi.
Baca Juga:Sekolabilitas, Bantu Kaum Difabel Mendapat Pendidikan Layak
Rasulullah menekankan, tidak ada stigma negatif terhadap para penyandang disabilitas. Fisik tidak menjadi standar di hadapan Allah Ta’ala. Setiap manusia dinilai berdasarkan ketakwaan mereka, bukan berdasarkan bentuk fisik.
Dalam Islam diajarkan bahwa cacat fisik bukanlah hukuman, tapi merupakan pelebur dosa-dosa. Musibah atau bencana bagi umat Islam bisa jadi ladang pahala. Rasulullah mengangkat status orang-orang cacat untuk menghapus kesedihan, kesengsaraan, dan kurangnya kepercayaan diri mereka.
Beliau selalu mengingatkan, “sesungguhnya Tuhan tidak melihat tubuhmu atau wajahmu tetapi Dia melihat hatimu.” (HR. Muslim)
Baca Juga:Rasulullah Tak Pernah Marah karena Urusan Pribadi, Tapi Marah Saat Ajaran Islam Dicederai
Nabi membela hak asasi manusia dan menghapus diskriminasi berdasarkan kecacatan, yang lazim pada masa pra-Islam. Misalnya, Rasulullah mengangkat Abdullah Ibnu Ummi Maktum, sahabat yang buta sebagai salah satu pemimpin di Madinah jika beliau keluar kota. Cacat fisik Abdullah tidak berpengaruh pada kemampuannya mengembang amanah.
Baca Juga:Sekolabilitas, Bantu Kaum Difabel Mendapat Pendidikan Layak
Rasulullah menekankan, tidak ada stigma negatif terhadap para penyandang disabilitas. Fisik tidak menjadi standar di hadapan Allah Ta’ala. Setiap manusia dinilai berdasarkan ketakwaan mereka, bukan berdasarkan bentuk fisik.
Dalam Islam diajarkan bahwa cacat fisik bukanlah hukuman, tapi merupakan pelebur dosa-dosa. Musibah atau bencana bagi umat Islam bisa jadi ladang pahala. Rasulullah mengangkat status orang-orang cacat untuk menghapus kesedihan, kesengsaraan, dan kurangnya kepercayaan diri mereka.
Beliau selalu mengingatkan, “sesungguhnya Tuhan tidak melihat tubuhmu atau wajahmu tetapi Dia melihat hatimu.” (HR. Muslim)
Baca Juga:Rasulullah Tak Pernah Marah karena Urusan Pribadi, Tapi Marah Saat Ajaran Islam Dicederai
Nabi membela hak asasi manusia dan menghapus diskriminasi berdasarkan kecacatan, yang lazim pada masa pra-Islam. Misalnya, Rasulullah mengangkat Abdullah Ibnu Ummi Maktum, sahabat yang buta sebagai salah satu pemimpin di Madinah jika beliau keluar kota. Cacat fisik Abdullah tidak berpengaruh pada kemampuannya mengembang amanah.