LANGIT7.ID, Yogyakarta - Penggagas Sekolabilitas yakni lembaga advokasi untuk kaum disabilitas, Muhammad Zulfikar Rakhmat, mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan tokoh pertama yang menggagas dan membela hak-hak kaum disabilitas. Sejak 14 abad lalu, jauh sebelum Konvensi PBB tentang Hak Penyandang Disabilitas diberlakukan, beliau sudah berjuang agar hak-hak penyandang disabilitas dipenuhi.
Baca Juga: Sekolabilitas, Bantu Kaum Difabel Mendapat Pendidikan LayakRasulullah menekankan, tidak ada stigma negatif terhadap para penyandang disabilitas. Fisik tidak menjadi standar di hadapan Allah Ta’ala. Setiap manusia dinilai berdasarkan ketakwaan mereka, bukan berdasarkan bentuk fisik.
Dalam Islam diajarkan bahwa cacat fisik bukanlah hukuman, tapi merupakan pelebur dosa-dosa. Musibah atau bencana bagi umat Islam bisa jadi ladang pahala. Rasulullah mengangkat status orang-orang cacat untuk menghapus kesedihan, kesengsaraan, dan kurangnya kepercayaan diri mereka.
Beliau selalu mengingatkan, “sesungguhnya Tuhan tidak melihat tubuhmu atau wajahmu tetapi Dia melihat hatimu.” (HR. Muslim)
Baca Juga: Rasulullah Tak Pernah Marah karena Urusan Pribadi, Tapi Marah Saat Ajaran Islam Dicederai
Nabi membela hak asasi manusia dan menghapus diskriminasi berdasarkan kecacatan, yang lazim pada masa pra-Islam. Misalnya, Rasulullah mengangkat Abdullah Ibnu Ummi Maktum, sahabat yang buta sebagai salah satu pemimpin di Madinah jika beliau keluar kota. Cacat fisik Abdullah tidak berpengaruh pada kemampuannya mengembang amanah.
Dari situ, Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umat manusia, penyandang disabilitas tidak boleh dipandang rendah atau diremehkan. Ini karena meski memiliki cacat tertentu, tapi mereka mampu melakukan perbuatan baik dan berkontribusi kepada masyarakat.
“Sikap Nabi Muhammad itu adalah demonstrasi yang kuat dari prinsip inklusi. Itu adalah tindakan advokasi yang dramatis, baik perkataan maupun tindakan,” kata Zulfikar yang juga merupakan penyandang disabilitas, dikutip dari laman fpscs.uii.ac.id, Sabtu (9/10/2021).
Baca Juga: Cinta Rasulullah pada Fakir Miskin, Dahulukan Sedekah Sebelum Penuhi Kebutuhan Pribadi
Sebagai seorang pemimpin, ia memerintahkan kepada masyarakatnya untuk menerima dan menghormati para penyandang disabilitas.
Rasulullah juga sangat memperhatikan kebutuhan para penyandang disabilitas. Misalnya, bagi yang tidak mampu melaksanakan shalat dengan berdiri, maka bisa duduk. Jika tidak mampu juga, maka bisa berbaring.
“Nabi juga mengatakan orang yang membaca Al-Qur'an dengan susah payah, terbata-bata, atau tersandung ayat-ayatnya, dia akan mendapat dua kali lipat pahala orang yang membaca dengan sempurna,” kata Dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) ini.
Rasulullah memang menjadi sumber inspirasi bagi umat manusia untuk membantu dan mengadvokasi para penyandang disabilitas. Dia memerintahkan masyarakat untuk memperlakukan semua orang secara adil.
Baca Juga: LP Maarif PBNU: Indonesia Belum Ramah Disabilitas(jqf)