Kiat Ayam Geprek Padang Bertahan Saat Pandemi
Mahmuda attar hussein
Rabu, 14 Juli 2021 - 14:37 WIB
Salah satu menu Ayam Geprek Padang. Foto: Instagram Ayam Geprek Padang
Ade Rahmatsyah, alumni Gontor 2005 ini membuka usaha Ayam Geprek Padang di Jakarta. Ia mengawali bisnis Food and Beverage (F&B) pada 2019 lalu ketika memutuskan mundur dari pekerjaan lamanya.
Alasannya, karena saat itu istrinya melahirkan anak pertamanya di Padang, sementara perusahaan lamanya berencana untuk pindah dari Jakarta ke Serang, Banten untuk mengerjakan sebuah proyek. Sementara saat itu, kondisi Ade tidak memungkinkan untuk pindah.
Setelah keluar dari pekerjaan, Ade memutuskan pulang ke kampung halaman. Di sana, mertuanya yang juga memiliki bisnis UMKM Ayam Geprek, secara tidak langsung menjadi guru untuk mengetahui seluk beluk bisnis F&B ini.
“Saya belajar dari mertua dari A-Z. Kembali ke Jakarta, saya mulai membuka usaha saya sendiri dengan nama Ayam Geprek Padang,” kata Ade seperti dikisahkan dalam Youtube Akbar Zainudin.
Tidak ada yang berbeda dari Ayam Geprek kebanyakan dengan milik Ade ini. Tapi, Ade membuat inovasi dengan menambahkan sambal khas Minang yang menjadi selera kebanyakan orang.
Menurutnya, ayam geprek di Jakarta identik dengan cita rasa pedas dan menggunakan banyak varian nama dan menu cabai. Melihat belum adanya usaha ayam geprek khas dari Minang, ia memutuskan membuat sambal tapi khas Minang dengan rasa yang tidak terlalu pedas.
“Jadi untuk orang Minang, sambal ini memang masuk di lidah mereka, karena kebanyakan sambal ayam geprek itu menggunakan cabai mercon, sementara sambal Minang cabai merah keriting” katanya.
Alasannya, karena saat itu istrinya melahirkan anak pertamanya di Padang, sementara perusahaan lamanya berencana untuk pindah dari Jakarta ke Serang, Banten untuk mengerjakan sebuah proyek. Sementara saat itu, kondisi Ade tidak memungkinkan untuk pindah.
Setelah keluar dari pekerjaan, Ade memutuskan pulang ke kampung halaman. Di sana, mertuanya yang juga memiliki bisnis UMKM Ayam Geprek, secara tidak langsung menjadi guru untuk mengetahui seluk beluk bisnis F&B ini.
“Saya belajar dari mertua dari A-Z. Kembali ke Jakarta, saya mulai membuka usaha saya sendiri dengan nama Ayam Geprek Padang,” kata Ade seperti dikisahkan dalam Youtube Akbar Zainudin.
Tidak ada yang berbeda dari Ayam Geprek kebanyakan dengan milik Ade ini. Tapi, Ade membuat inovasi dengan menambahkan sambal khas Minang yang menjadi selera kebanyakan orang.
Menurutnya, ayam geprek di Jakarta identik dengan cita rasa pedas dan menggunakan banyak varian nama dan menu cabai. Melihat belum adanya usaha ayam geprek khas dari Minang, ia memutuskan membuat sambal tapi khas Minang dengan rasa yang tidak terlalu pedas.
“Jadi untuk orang Minang, sambal ini memang masuk di lidah mereka, karena kebanyakan sambal ayam geprek itu menggunakan cabai mercon, sementara sambal Minang cabai merah keriting” katanya.