Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Kiat Ayam Geprek Padang Bertahan Saat Pandemi

mahmuda attar hussein Rabu, 14 Juli 2021 - 14:37 WIB
Kiat Ayam Geprek Padang Bertahan Saat Pandemi
Salah satu menu Ayam Geprek Padang. Foto: Instagram Ayam Geprek Padang
LANGIT7.ID, Jakarta - Ade Rahmatsyah, alumni Gontor 2005 ini membuka usaha Ayam Geprek Padang di Jakarta. Ia mengawali bisnis Food and Beverage (F&B) pada 2019 lalu ketika memutuskan mundur dari pekerjaan lamanya.

Alasannya, karena saat itu istrinya melahirkan anak pertamanya di Padang, sementara perusahaan lamanya berencana untuk pindah dari Jakarta ke Serang, Banten untuk mengerjakan sebuah proyek. Sementara saat itu, kondisi Ade tidak memungkinkan untuk pindah.

Setelah keluar dari pekerjaan, Ade memutuskan pulang ke kampung halaman. Di sana, mertuanya yang juga memiliki bisnis UMKM Ayam Geprek, secara tidak langsung menjadi guru untuk mengetahui seluk beluk bisnis F&B ini.

“Saya belajar dari mertua dari A-Z. Kembali ke Jakarta, saya mulai membuka usaha saya sendiri dengan nama Ayam Geprek Padang,” kata Ade seperti dikisahkan dalam Youtube Akbar Zainudin.

Tidak ada yang berbeda dari Ayam Geprek kebanyakan dengan milik Ade ini. Tapi, Ade membuat inovasi dengan menambahkan sambal khas Minang yang menjadi selera kebanyakan orang.

Menurutnya, ayam geprek di Jakarta identik dengan cita rasa pedas dan menggunakan banyak varian nama dan menu cabai. Melihat belum adanya usaha ayam geprek khas dari Minang, ia memutuskan membuat sambal tapi khas Minang dengan rasa yang tidak terlalu pedas.

“Jadi untuk orang Minang, sambal ini memang masuk di lidah mereka, karena kebanyakan sambal ayam geprek itu menggunakan cabai mercon, sementara sambal Minang cabai merah keriting” katanya.

Sejauh ini, usahanya sudah memiliki satu mitra usaha di kawasan Cikarang. Saat ini ia juga sedang melakukan pengembangan usahanya untuk membuka di dua tempat lagi, yang menurutnya progres usaha tersebut sudah mencapai sekitar 90 persen.

Ade merasakan bahwa pandemi saat ini cukup mengganggu usahanya, omzetnya pun berkurang. Namun, bukan menyerah, Ade melihat usaha yang bisa bertahan dikala pandemi ini menurutnya sudah cukup bagus.

“Inilah ujian, namanya pebisnis harus otak belut, licin. Karena kalau kita tunggu pandemi berakhir ya bakal susah,” ujarnya.

Ade menyiasatinya dengan memaintance produknya lebih baik. Ia mengatakan, dalam bisnis F&B produk yang dijual harus berkualitas, memiliki cita rasa yang enak, dan bermutu. Ketika sudah ada rasa kepercayaan, maka akan menciptakan loyal costumer yang menurutnya hubungan ini perlu tetap dijaga.

“Kasih banyak diskon. Selain itu juga perlu mengeluarkan varian produk yang baru, untuk menarik minat konsumen,” katanya.

Ade mendorong setiap pengusaha yang bergelut pada dunia F&B untuk bisa terus berinovasi. Hal ini penting dilakukan demi terus menjalankan roda bisnis agar bisa bertahan dikala pandemi.

Dalam usahanya ini, Ade menyediakan beberapa varian, seperti Ayam Geprek Padang, Ikan Dori dan Kulit Ayam Krispi. Sementara menu minuman Ade menyediakan, thaitea, es kopi dengan gula aren dan es teh sultan.

Untuk menjangkau lebih banyak pelanggannya, Ade mendaftarkan usaha kulinernya ini ke marketplace seperti Grabfood, Gofood, dan Shopeefood. Konsumen yang ingin mencicipi Ayam Geprek Padang ini bisa langsung mengorder di marketplace yang juga banyak diskon yang disiapkan Ade.

“Marketplace ini sangat membantu. Kita di era digital tidak boleh alergi terhadap perkembangan saat ini, kita harus menyesuaikan perkembangan zaman. UMKM sangat terbantu dengan kehadiran marketplace ini,” katanya.

Ade menjelaskan, ia juga mengadakan program Jumat Berkah. Dalam program ini ia dibantu oleh donatur.

“Kita pebisnis tidak hanya mutlak di dunia saja, tapi juga perlu menyiapkan tabungan di akhirat. Jadi dari harga Rp15 ribu saya hanya kasih per kotaknya Rp12 ribu, ada subsidi dari kami dalam program berbagi di Jumat Berkah ini,” katanya.

Menurutnya, tiap minggu ia pernah menyediakan 80 porsi untuk berbagi di Jumat Berkah. Pembagiannya pun diberikan ke jalanan yang lebih mengutamakan orang-orang yang kesulitan di sana.

Ade memberikan tips kepada mereka yang ingin membuka usaha, agar memiliki mental pebisnis yang kuat. Menurutnya, mental kuat itu berbeda dengan mental pebisnis, sehingga perlu mengokohkan keyakinan untuk mulai berbisnis.

“Tanamkan dalam hati bahwa berbisnis bukan untuk duniawi tapi beriorientasi pada akhirat,” ujarnya.

Pengetahuan dalam berbisnis juga penting. Ade mengatakan setiap pebisnis harus mempelajari terlebih dahulu seluk beluk usaha yang akan dilakoninya.

“Ada tiga, termasuk operasional yang mencakup manajemen. Kedua, finansial yang mau tidak mau harus dikuasai, minimal dasar dari akuntansi. Ketiga, era digital ini mendorong setiap orang harus bisa menyusun strategi marketing,” katanya.

Setelah semuanya bisa dikuasai, lanjut Ade, maka yang tinggal dilakukan adalah sebuah aksi. Menurutnya, pebisnis pemula yang mencari kesempurnaan diawal akan sulit berkembang. Kekurangan diawal ini nanti perlu dilakukan evaluasi hingga mencapai kesempurnaan.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)