LANGIT7.ID-Palembang; Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 resmi menutup rangkaian kegiatannya setelah berlangsung selama tiga hari di Kota Palembang. Melalui berbagai kegiatan yang digelar, FESyar menegaskan pentingnya sinergi dan transformasi digital dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Sumatera.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar Sumatera 2026 menjadi wadah kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta berbagai mitra strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
Pesan mengenai pentingnya transformasi digital menjadi salah satu pembahasan utama dalam rangkaian kegiatan Sharia Education yang berlangsung di Atrium Palembang Icon Mall pada Sabtu (6/6). Melalui Flagship Seminar Ekonomi dan Keuangan Syariah, berbagai isu strategis mengenai pengembangan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di era digital dibahas oleh para narasumber dari berbagai sektor.
Bank Indonesia melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) memaparkan materi “Transformasi Digital dan Penguatan Halal Value Chain untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif”. Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk membahas “Penguatan Sektor Riil dan Pembiayaan Syariah dalam Halal Value Chain”.
Dari kalangan akademisi, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Abdullah Rasyid, turut memberikan perspektif melalui materi “Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah Terintegrasi: Perspektif Akademik dan Sosial”.
Selain penguatan sektor usaha dan pembiayaan, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah juga menjadi perhatian dalam FESyar Sumatera 2026. Hal tersebut diwujudkan melalui Talkshow Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah bertajuk “Syariah Finance for Future: Gaya Hidup Cerdas & Berkah Sejak Muda”.
Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan dan praktisi perencana keuangan tersebut mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan, memahami pentingnya literasi keuangan syariah, serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan legal.
FESyar juga menghadirkan Talkshow Optimalisasi Dana ZISWAF yang membahas peran zakat, infak, sedekah, dan wakaf dalam mendukung pembangunan ekonomi umat. Dalam sesi tersebut, perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyampaikan materi “Wakaf Produktif sebagai Engine Jangka Panjang Ekonomi Umat”.
Talkshow tersebut turut menghadirkan para penerima manfaat program Zakat Produktif dan Wakaf Produktif yang berbagi pengalaman mengenai implementasi pemberdayaan dana sosial syariah dalam pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Adhie Wicaksono, menilai peningkatan literasi masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah tidak hanya memerlukan penguatan sektor usaha dan pembiayaan, tetapi juga pemahaman masyarakat terhadap prinsip-prinsip ekonomi syariah agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui FESyar Sumatera 2026, kami berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, pelaku UMKM, dan komunitas pesantren yang memahami dan memanfaatkan berbagai instrumen ekonomi dan keuangan syariah. Dengan dukungan sinergi dan transformasi digital, ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Adhie dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/6/2026).
Di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dinilai mampu menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sektor halal, pemberdayaan UMKM dan pondok pesantren, optimalisasi zakat dan wakaf, serta peningkatan literasi keuangan syariah.
FESyar Sumatera 2026 digelar pada 5–7 Juni 2026 di Palembang Icon Mall dan Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Kota Palembang. Berbagai kegiatan dihadirkan melalui tiga pilar utama, yaitu Sharia Fair, Sharia Education, dan Sharia Economic Forum, yang mencakup Halal Mart, business matching, seminar, talkshow, workshop, kompetisi, hingga syiar ekonomi syariah.
Rangkaian kegiatan dibuka melalui Opening Ceremony pada Jumat, 5 Juni 2026 di PSCC Palembang yang dihadiri Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, serta Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.
Pada malam harinya, ribuan masyarakat menghadiri Tabligh Akbar bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang menjadi momentum memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan dalam pengembangan ekonomi syariah.
Menjelang penutupan, FESyar juga menghadirkan FESyar Zawa Run Sumatera yang menggabungkan kegiatan lari dengan gerakan berwakaf. Adapun rangkaian acara ditutup melalui Closing Ceremony bertajuk “Syiar dan Senandung Penyejuk Kalbu” bersama Opick Tombo Ati.
Melalui semangat sinergi dan transformasi digital yang diusung sepanjang penyelenggaraan acara, FESyar Sumatera 2026 diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, regulator, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.
(lam)