Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 27 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita

Backlog Rumah Tembus 9,97 Juta, BSN dan Pemerintah Siapkan Cara Baru agar Pekerja Informal Lolos KPR Subsidi

tim langit 7 Senin, 27 Juli 2026 - 15:19 WIB
Backlog Rumah Tembus 9,97 Juta, BSN dan Pemerintah Siapkan Cara Baru agar Pekerja Informal Lolos KPR Subsidi
(Dok: Bank Syariah Nasional)
LANGIT7.ID-Jakarta; Backlog kepemilikan rumah di Indonesia masih mencapai 9,97 juta rumah tangga berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai upaya baru untuk memperluas akses rumah subsidi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bekerja di sektor informal.

Salah satu langkah yang disiapkan datang dari kolaborasi pemerintah dan PT Bank Syariah Nasional (BSN). Selain menghadirkan Program BSN Siap KPR, pemerintah juga mulai mengurai berbagai hambatan pembiayaan, mulai dari penyederhanaan aturan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) hingga penyusunan skema KPR Rumah Susun Perkotaan dengan tenor panjang.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan pemerintah terus memperkuat sisi pasokan maupun permintaan dalam pembiayaan perumahan.

"Kemitraan dengan Bank BSN terus kita optimalkan. Dari sisi regulasi, masalah SLIK pinjaman kecil sudah teratasi. Selanjutnya, kami bersama Kementerian PKP juga sedang menggodok skema KPR Rumah Susun Perkotaan dengan tenor panjang hingga 40 tahun untuk MBR berpenghasilan di bawah Rp4 juta," ujar Heru dalam keterangannya, dikutip Senin (27/7/2026).

Pada sisi permintaan, OJK bersama asosiasi telah menyepakati bahwa catatan kredit pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk pinjaman hingga Rp1 juta ke bawah tidak lagi menjadi penghambat pengajuan KPR subsidi.

Di sisi lain, BSN memperkenalkan Program BSN Siap KPR yang diluncurkan di Jakarta, Jumat (24/7/2026). Program tersebut dirancang untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi MBR, khususnya pekerja sektor informal.

Alih-alih langsung mengajukan kredit, calon debitur diarahkan menabung secara rutin selama 3 hingga 6 bulan melalui aplikasi digital bank. Langkah ini ditujukan untuk membangun rekam jejak transaksi perbankan sekaligus meningkatkan literasi keuangan.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan hambatan utama MBR selama ini bukan terletak pada kemampuan membayar cicilan, melainkan belum memiliki rekam jejak yang cukup untuk membuktikan kemampuannya.

Strategi tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan memperluas akses pembiayaan karena potensi pasar MBR yang belum terlayani perbankan masih sangat besar. Hingga Juni 2026, BSN juga telah membukukan realisasi pembiayaan KPR secara keseluruhan sebesar 82% dari target tahunan perseroan. Inisiatif itu mendapat apresiasi dari regulator dan pemangku kepentingan ekosistem perumahan.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Hartati menilai pendekatan tersebut dapat membantu menjaga kualitas kredit sekaligus memperluas akses rumah subsidi.

"Masyarakat pekerja informal diberikan kesempatan untuk menabung dulu, sehingga dari sisi perbankan dapat memastikan kualitas kredit terjaga dan memitigasi risiko kredit bermasalah (non-performing loan/NPL). Ini terobosan yang sangat baik agar pekerja informal betul-betul bisa kita dorong mendapatkan akses rumah subsidi," tutur Sri.

Sri juga mencatat target BSN untuk kategori KPR rumah tapak subsidi tahun ini mencapai 69.636 unit. Hingga pertengahan Juli 2026, penyalurannya telah mencapai 29.309 unit atau 42,09% dari target tersebut.

Sementara itu, BSN memperoleh kuota penyaluran KPR Subsidi sebanyak 73.700 unit pada tahun ini, meningkat sekitar 34,8% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 54.700 unit.

Alex mengatakan peningkatan kuota tersebut menjadi bentuk kepercayaan kepada BSN dalam mendukung program perumahan nasional.

"Sektor perumahan merupakan salah satu kekuatan dan identitas utama BSN. Kuota 73.700 unit tahun ini menunjukkan besarnya tanggung jawab sekaligus kepercayaan yang diberikan kepada BSN untuk mendukung program perumahan nasional," ujar Alex.

Selain memperbesar kuota pembiayaan, BSN juga memasang target agar Program BSN Siap KPR mampu menjangkau 1.000 calon nasabah dari mitra developer hingga akhir 2026.

"Sampai dengan akhir tahun 2026, kami menargetkan Program BSN Siap KPR dapat menjangkau 1.000 calon nasabah dari mitra developer yang berpartisipasi. Seribu calon nasabah bukan hanya angka bisnis, tetapi di baliknya terdapat seribu keluarga yang sedang berusaha mendekatkan diri pada impian memiliki rumah," tegas Alex.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 27 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:10
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan