RenunganMalam: Menguatkan Hati Agar Tidak Iri Melihat Keberhasilan Orang Lain
Tim langit 7
Selasa, 16 Desember 2025 - 20:12 WIB
RenunganMalam: Menguatkan Hati Agar Tidak Iri Melihat Keberhasilan Orang Lain
LANGIT7.ID-Di tengah kehidupan yang serba terbuka, kita sering melihat keberhasilan orang lain: pencapaian mereka, kemudahan hidupnya, atau hasil yang tampak begitu cepat. Tanpa disadari, hati mulai membandingkan. Lalu muncul rasa iri yang halus, diam-diam melemahkan ketenangan jiwa.
Padahal setiap orang memiliki jalan, waktu, dan porsi rezeki yang berbeda. Allah ﷻ berfirman:
“Janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.” (QS. An-Nisa: 32).
Ayat ini menegaskan bahwa membandingkan takdir hanya akan membuat hati lelah, karena kita sedang menimbang sesuatu yang bukan jatah kita.
Rasulullah ﷺ pun mengingatkan bahwa iri dapat menggerogoti kebaikan. Beliau ﷺ bersabda:
“Jauhilah hasad (iri), karena hasad dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud).
Saat melihat keberhasilan orang lain, latihlah hati untuk mendoakan, bukan membandingkan. Ucapkan dalam diam: *“Ya Allah, berkahilah dia, dan cukupkan aku dengan karunia-Mu.”* Doa seperti itu bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga membuka pintu keberkahan untuk diri sendiri. Setuju?
Padahal setiap orang memiliki jalan, waktu, dan porsi rezeki yang berbeda. Allah ﷻ berfirman:
“Janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.” (QS. An-Nisa: 32).
Ayat ini menegaskan bahwa membandingkan takdir hanya akan membuat hati lelah, karena kita sedang menimbang sesuatu yang bukan jatah kita.
Rasulullah ﷺ pun mengingatkan bahwa iri dapat menggerogoti kebaikan. Beliau ﷺ bersabda:
“Jauhilah hasad (iri), karena hasad dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud).
Saat melihat keberhasilan orang lain, latihlah hati untuk mendoakan, bukan membandingkan. Ucapkan dalam diam: *“Ya Allah, berkahilah dia, dan cukupkan aku dengan karunia-Mu.”* Doa seperti itu bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga membuka pintu keberkahan untuk diri sendiri. Setuju?