CahayaDhuha: 25 TAHUN DIRAWAT DI RUMAH SAKIT
Tim langit 7
Rabu, 17 Desember 2025 - 09:41 WIB
CahayaDhuha: 25 TAHUN DIRAWAT DI RUMAH SAKIT
Oleh: Satria hadi lubis
LANGIT7.ID-Saya pernah dirawat di sebuah rumah sakit. Di sebelah saya, ada seorang bapak yang usianya sekitar 60 tahunan. Beliau sudah dirawat di rumah sakit tersebut selama 25 tahun. Ya...gak salah tulis koq, tinggal dan dirawat di rumah sakit tersebut sudah selama 25 tahun!
Koq bisa? Ternyata bapak itu mantan tentara yang terluka sewaktu ikut bertempur di Timor Timur. Ada asuransi kesehatan milik negara yang menanggung bapak tersebut seumur hidup.
Lukanya menyebabkan bapak tersebut tidak bisa berjalan dan juga tidak bisa berbaring sempurna. Jika dipaksa berbaring, maka yang muncul adalah rasa sakit yang tak terperi, sehingga bapak tersebut hanya bisa tidur menyamping atau duduk saja. Bayangkan... selama 25 tahun tidak bisa tidur berbaring! Sungguh ketabahan yang luar biasa.
Setelah saya mengobrol dengannya, ternyata istri dan anaknya sudah lama tidak pernah menjenguknya lagi, bahkan tahu kabarnya pun tidak. Praktis beliau hidup sebatang kara. Hanya ditemani oleh dokter dan perawat serta pasien-pasien baru yang datang silih berganti.
Yang saya salut dari beliau adalah pembawaannya yang periang dan suka bercanda. Tidak nampak kesedihan di wajahnya. Beliau berusaha akrab dan menghibur pasien-pasien baru di sekitarnya, termasuk menghibur saya, yang waktu itu masuk rumah sakit karena demam berdarah.
Selama seminggu saya di rumah sakit tersebut keceriaan dan candanya tak pernah berhenti, sehingga pasien di sekitarnya ikut tertawa. Dokter dan perawat pun diajak bercanda oleh bapak tersebut, sehingga beliau akrab dan disenangi oleh dokter dan perawat di rumah sakit tersebut.
LANGIT7.ID-Saya pernah dirawat di sebuah rumah sakit. Di sebelah saya, ada seorang bapak yang usianya sekitar 60 tahunan. Beliau sudah dirawat di rumah sakit tersebut selama 25 tahun. Ya...gak salah tulis koq, tinggal dan dirawat di rumah sakit tersebut sudah selama 25 tahun!
Koq bisa? Ternyata bapak itu mantan tentara yang terluka sewaktu ikut bertempur di Timor Timur. Ada asuransi kesehatan milik negara yang menanggung bapak tersebut seumur hidup.
Lukanya menyebabkan bapak tersebut tidak bisa berjalan dan juga tidak bisa berbaring sempurna. Jika dipaksa berbaring, maka yang muncul adalah rasa sakit yang tak terperi, sehingga bapak tersebut hanya bisa tidur menyamping atau duduk saja. Bayangkan... selama 25 tahun tidak bisa tidur berbaring! Sungguh ketabahan yang luar biasa.
Setelah saya mengobrol dengannya, ternyata istri dan anaknya sudah lama tidak pernah menjenguknya lagi, bahkan tahu kabarnya pun tidak. Praktis beliau hidup sebatang kara. Hanya ditemani oleh dokter dan perawat serta pasien-pasien baru yang datang silih berganti.
Yang saya salut dari beliau adalah pembawaannya yang periang dan suka bercanda. Tidak nampak kesedihan di wajahnya. Beliau berusaha akrab dan menghibur pasien-pasien baru di sekitarnya, termasuk menghibur saya, yang waktu itu masuk rumah sakit karena demam berdarah.
Selama seminggu saya di rumah sakit tersebut keceriaan dan candanya tak pernah berhenti, sehingga pasien di sekitarnya ikut tertawa. Dokter dan perawat pun diajak bercanda oleh bapak tersebut, sehingga beliau akrab dan disenangi oleh dokter dan perawat di rumah sakit tersebut.