Fadli Zon Dorong Situs Batutulis Bogor Jadi Pusat Edukasi dan Motor Penggerak Ekonomi Kreatif
Tim langit 7
Rabu, 31 Desember 2025 - 19:23 WIB
Fadli Zon Dorong Situs Batutulis Bogor Jadi Pusat Edukasi dan Motor Penggerak Ekonomi Kreatif
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan cungkup Prasasti Batutulis yang bertempat di Batutulis, Kota Bogor. Peresmian cungkup atau bangunan kecil yang berfungsi sebagai pelindung prasasti merupakan bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan dalam melakukan revitalisasi dengan mempertimbangkan aspek teknis, karakter kawasan, serta nilai keaslian cagar budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Menbud Fadli mengungkapkan bahwa Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan kekayaan cagar budaya yang luar biasa, terutama cagar budaya di Bogor yang memiliki kesatuan budaya dan peradaban. Guna melestarikan budaya peninggalan leluhur, Menbud menegaskan pentingnya menghidupkan kembali narasi budaya melalui pemahaman kolektif.
“Di Jawa Barat ini ada banyak penemuan situs-situs yang belum sempat kita garap semua untuk revitalisasi. Ada juga beberapa situs di kawasan Bogor yang kita upayakan pelestariannya. Misalnya baru pertama kali setelah puluhan tahun, kita merelokasi Prasasti Muara Cianten yang beratnya hampir 20 ton, karena prasasti tersebut ada di tengah sungai dan sekarang alhamdulillah akhirnya sudah terangkat,” ungkap Menbud Fadli dalam keterangan resmi, Rabu (31/12/2025).
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menekankan bahwa situs cagar budaya merupakan aset berharga yang harus dipelihara melalui etalase museum. Menurutnya, museum dan situs cagar budaya adalah etalase peradaban yang memperkenalkan khazanah Indonesia ke panggung dunia. Apabila ingin memperlihatkan identitas bangsa, lanjut Menbud Fadli, maka diperlukan adanya etalase museum yang representatif.
“Museum ini perlu segera kita realisasikan untuk menjadi etalase bagi kerajaan-kerajaan besar di Indonesia seperti Kerajaan Pajajaran, Majapahit, Sriwijaya dan banyak lagi di daerah-daerah lain. Kerajaan-kerajaan inilah yang mengguratkan sejarah budaya dan peradaban Nusantara. Ini harus kita hidupkan narasi dan literasinya bagaimana kita mewariskan nilai-nilai budaya dari leluhur kita. Karena memang kalau kita ingin tahu hari ini, kita harus tahu masa lalu. Dan kalau kita mau merancang masa depan, ya kita mulai dari hari ini. Jadi sebenarnya memang masa lalu, masa kini dan masa depan itu tidak bisa dipisahkan,” terang Menteri Fadli.
Tidak hanya itu, Menbud Fadli juga mendorong partisipasi aktif instansi untuk mempercepat revitalisasi museum dan cagar budaya di kawasan Jawa Barat. Revitalisasi tersebut diharapkan dapat menjadi pusat budaya dan edukasi hingga menjadi cultural enclave (kantong budaya). Menbud menjelaskan, “Peradaban di Tanah Sunda memang banyak yang perlu kita angkat kembali. Tentu ini perlu kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dengan pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten Kota. Mudah-mudahan di tahun 2026, kita bisa segera meresmikan Museum Pajajaran dengan tata pamer serta artefak-artefak yang representatif.”
Mendukung pernyataan Menbud, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan memberikan apresiasi terhadap sejumlah pihak yang berpartisipasi aktif dalam revitalisasi kawasan Prasasti Batutulis. “Rekan-rekan BPK Wilayah IX Jawa Barat sudah bekerja keras untuk menata kawasan Prasasti Batutulis ini, di mana penataan beberapa situs di Jawa Barat juga telah dilaksanakan secara progresif. Terima kasih juga untuk pemerintah Kota Bogor yang sudah berkolaborasi untuk memperkuat Situs Prasasti Batutulis yang sudah menjadi cagar budaya nasional ini,” tutur Dirjen Restu.
Dalam kesempatan tersebut, Menbud Fadli mengungkapkan bahwa Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan kekayaan cagar budaya yang luar biasa, terutama cagar budaya di Bogor yang memiliki kesatuan budaya dan peradaban. Guna melestarikan budaya peninggalan leluhur, Menbud menegaskan pentingnya menghidupkan kembali narasi budaya melalui pemahaman kolektif.
“Di Jawa Barat ini ada banyak penemuan situs-situs yang belum sempat kita garap semua untuk revitalisasi. Ada juga beberapa situs di kawasan Bogor yang kita upayakan pelestariannya. Misalnya baru pertama kali setelah puluhan tahun, kita merelokasi Prasasti Muara Cianten yang beratnya hampir 20 ton, karena prasasti tersebut ada di tengah sungai dan sekarang alhamdulillah akhirnya sudah terangkat,” ungkap Menbud Fadli dalam keterangan resmi, Rabu (31/12/2025).
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menekankan bahwa situs cagar budaya merupakan aset berharga yang harus dipelihara melalui etalase museum. Menurutnya, museum dan situs cagar budaya adalah etalase peradaban yang memperkenalkan khazanah Indonesia ke panggung dunia. Apabila ingin memperlihatkan identitas bangsa, lanjut Menbud Fadli, maka diperlukan adanya etalase museum yang representatif.
“Museum ini perlu segera kita realisasikan untuk menjadi etalase bagi kerajaan-kerajaan besar di Indonesia seperti Kerajaan Pajajaran, Majapahit, Sriwijaya dan banyak lagi di daerah-daerah lain. Kerajaan-kerajaan inilah yang mengguratkan sejarah budaya dan peradaban Nusantara. Ini harus kita hidupkan narasi dan literasinya bagaimana kita mewariskan nilai-nilai budaya dari leluhur kita. Karena memang kalau kita ingin tahu hari ini, kita harus tahu masa lalu. Dan kalau kita mau merancang masa depan, ya kita mulai dari hari ini. Jadi sebenarnya memang masa lalu, masa kini dan masa depan itu tidak bisa dipisahkan,” terang Menteri Fadli.
Tidak hanya itu, Menbud Fadli juga mendorong partisipasi aktif instansi untuk mempercepat revitalisasi museum dan cagar budaya di kawasan Jawa Barat. Revitalisasi tersebut diharapkan dapat menjadi pusat budaya dan edukasi hingga menjadi cultural enclave (kantong budaya). Menbud menjelaskan, “Peradaban di Tanah Sunda memang banyak yang perlu kita angkat kembali. Tentu ini perlu kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dengan pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten Kota. Mudah-mudahan di tahun 2026, kita bisa segera meresmikan Museum Pajajaran dengan tata pamer serta artefak-artefak yang representatif.”
Mendukung pernyataan Menbud, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan memberikan apresiasi terhadap sejumlah pihak yang berpartisipasi aktif dalam revitalisasi kawasan Prasasti Batutulis. “Rekan-rekan BPK Wilayah IX Jawa Barat sudah bekerja keras untuk menata kawasan Prasasti Batutulis ini, di mana penataan beberapa situs di Jawa Barat juga telah dilaksanakan secara progresif. Terima kasih juga untuk pemerintah Kota Bogor yang sudah berkolaborasi untuk memperkuat Situs Prasasti Batutulis yang sudah menjadi cagar budaya nasional ini,” tutur Dirjen Restu.