Sosok Sabida Thaised, Representasi Minoritas dalam Kabinet Thailand
Esti setiyowati
Ahad, 04 Januari 2026 - 14:45 WIB
Sosok Sabida Thaiseth, Representasi Minoritas dalam Kabinet Thailand. Foto: Instagram/sabeedathaised.
Sabida Thaised, Menteri Kebudayaan Thailand, menjadi angin segar dalam lanskap politik Negeri Gajah Putih yang kerap didominasi wajah-wajah lama.
Lebih dari perubahan posisi, pengangkatanSabida Thaisedmenggeser paradigma tata kelola budaya Thailand.
Sabida tercatat sebagai Muslimah pertama yang menjabat posisiMenteri Kebudayaan Thailand. Kehadiran perempuan kelahiran 1984 ini dalam kabinet Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra menjadi simbol inklusivitas Thailand.
Baca juga: Muslimah Boleh Berkarier seperti Istri Nabi SAW Siti Khadijah
Ia membuktikan bahwa identitas agama dan latar belakang etnis bukanlah penghalang untuk melestarikan dan memajukan warisan nasional negara yang mayoritas beragama Buddha ini.
“Thailand memiliki banyak identitas. Tugas saya bukan hanya melestarikan satu warna, tetapi memastikan bahwa seluruh spektrum budaya kita, dari kuil hingga masjid, dari pegunungan hingga pantai, menjadi kekuatan yang bersatu dan diakui oleh dunia,” kata Sabida dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Majoriti pada Ahad (4/1/2026).
Sabida bukanlah politisi dadakan. Meskipun menyandang status sebagai putra tokoh politik berpengaruh, Chada Thaised dari provinsi Uthai Thani, Sabida telah membangun reputasinya sendiri melalui pendidikan dan pengalaman administrasi.
Lebih dari perubahan posisi, pengangkatanSabida Thaisedmenggeser paradigma tata kelola budaya Thailand.
Sabida tercatat sebagai Muslimah pertama yang menjabat posisiMenteri Kebudayaan Thailand. Kehadiran perempuan kelahiran 1984 ini dalam kabinet Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra menjadi simbol inklusivitas Thailand.
Baca juga: Muslimah Boleh Berkarier seperti Istri Nabi SAW Siti Khadijah
Ia membuktikan bahwa identitas agama dan latar belakang etnis bukanlah penghalang untuk melestarikan dan memajukan warisan nasional negara yang mayoritas beragama Buddha ini.
“Thailand memiliki banyak identitas. Tugas saya bukan hanya melestarikan satu warna, tetapi memastikan bahwa seluruh spektrum budaya kita, dari kuil hingga masjid, dari pegunungan hingga pantai, menjadi kekuatan yang bersatu dan diakui oleh dunia,” kata Sabida dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Majoriti pada Ahad (4/1/2026).
Sabida bukanlah politisi dadakan. Meskipun menyandang status sebagai putra tokoh politik berpengaruh, Chada Thaised dari provinsi Uthai Thani, Sabida telah membangun reputasinya sendiri melalui pendidikan dan pengalaman administrasi.