home global news

Puluhan Aktor dan Aktris Dunia Desak Israel Hentikan Serangan terhadap Rumah Sakit di Gaza

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:19 WIB
Puluhan Aktor dan Aktris Dunia Desak Israel Hentikan Serangan terhadap Rumah Sakit di Gaza
LANGIT7.ID-Jakarta; Puluhan seniman papan atas, mulai dari Cynthia Nixon, Mark Ruffalo, hingga Ilana Glazer, baru saja bergabung dengan para dokter, tokoh hak asasi manusia, dan organisasi kemanusiaan untuk menyuarakan satu tuntutan penting: pemulihan segera layanan medis di Gaza. Tuntutan ini disampaikan lewat sebuah surat terbuka yang ditujukan untuk pemerintah Israel dan para pemimpin dunia.

"Serangan sistematis Israel terhadap rumah sakit dan blokade ilegal yang mereka lakukan telah melumpuhkan sistem kesehatan Gaza," tulis surat tersebut, yang dibagikan secara eksklusif kepada The Guardian. "Lewat kebijakan dan aktivitas militernya, pemerintah Israel secara sengaja menciptakan kondisi hidup yang dirancang untuk menghancurkan warga Palestina di Gaza, lalu menutup akses bantuan yang sebenarnya bisa menyelamatkan nyawa mereka."

Penandatangan pertama dalam surat yang dirilis Senin tersebut adalah ibu dari Hind Rajab, bocah perempuan berusia lima tahun asal Kota Gaza yang tewas akibat tembakan militer Israel pada Januari 2024. Hind meninggal saat sedang menunggu tim paramedis Palestina, namun ambulans yang mencoba menjemputnya justru dibombardir. Kisah tragis ini diabadikan dalam film terbaru sutradara Tunisia, Kaouther Ben Hania, berjudul The Voice of Hind Rajab, yang masuk dalam daftar pendek (shortlist) nominasi Piala Oscar.

"Hind Rajab meninggal bukan karena bantuan tidak mungkin diberikan, tapi karena bantuan itu dilarang masuk," ungkap Ben Hania dalam pernyataannya kepada The Guardian. Ben Hania bergabung dengan ibu Hind, Wesam Hamada, untuk menandatangani surat yang disusun oleh koalisi organisasi nirlaba tersebut.

Nama-nama beken lainnya yang ikut meneken surat ini antara lain Brian Eno, Rosie O’Donnell, dan Morgan Spector. Organisasi Israel B’Tselem dan Physicians for Human Rights juga ikut bergabung. Rencananya, surat ini akan dipresentasikan kepada para pemimpin Inggris dan Uni Eropa dalam pertemuan parlemen pada Selasa dan Rabu minggu ini.

Surat tersebut mendesak adanya "akses kemanusiaan yang segera, tanpa syarat, tanpa hambatan, dan berkelanjutan ke Palestina," termasuk izin masuk bagi tenaga medis dan personel kemanusiaan.

Baru-baru ini, Israel melarang puluhan lembaga bantuan untuk beroperasi di Gaza dan Tepi Barat, termasuk Médecins Sans Frontières (MSF) atau Dokter Lintas Batas. Alasannya karena lembaga-lembaga ini dianggap tidak memenuhi syarat pendaftaran yang rumit—syarat yang menurut kelompok bantuan justru akan membahayakan staf mereka. Padahal, MSF sendiri menyokong satu dari lima tempat tidur rumah sakit di Gaza dan membantu sepertiga ibu yang melahirkan di sana.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya