Presiden Perintahkan Perluas Jumlah Penerima Beasiswa, Khususnya Bidang STEM dan Kedokteran
Lusi mahgriefie
Kamis, 15 Januari 2026 - 19:42 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Kementerian Sekretariat Negara untuk melakukan penghitungan dan perumusan ulang kebijakan, agar jumlah penerima beasiswa dapat diperluas secara signifikan.
"Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, terutama Mendiktisaintek dan kami sebagai Mensesneg untuk mencoba menghitung ulang, mengformulakan ulang bagaimana memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa," kata Mensesneg Prasetyo Hadi mengutip dari laman resmi Setneg, Kamis (15/1/2026).
Arahan tersebut menyusul laporan yang diterima Presiden terkait jumlah mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi di Indonesia yang saat ini mencapai sekira 9,9 juta orang. Namun, dari jumlah tersebut, penerima beasiswa masih relatif terbatas yakni 1,1 juta penerima.
Laporan diterima Presiden dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026, yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).
Taklimat tersebut menyoroti perluasan akses beasiswa, penguatan sains dan teknologi, serta pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional.
Baca juga:Terima Dubes Palestina di Istiqlal, Menag Bahas Beasiswa hingga Pesantren Internasional
Mensesneg menyebutkan secara khusus Presiden menekankan pentingnya penguatan pendidikan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Presiden mengarahkan agar alokasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) lebih difokuskan pada bidang tersebut, sebagai langkah percepatan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, terutama Mendiktisaintek dan kami sebagai Mensesneg untuk mencoba menghitung ulang, mengformulakan ulang bagaimana memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa," kata Mensesneg Prasetyo Hadi mengutip dari laman resmi Setneg, Kamis (15/1/2026).
Arahan tersebut menyusul laporan yang diterima Presiden terkait jumlah mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi di Indonesia yang saat ini mencapai sekira 9,9 juta orang. Namun, dari jumlah tersebut, penerima beasiswa masih relatif terbatas yakni 1,1 juta penerima.
Laporan diterima Presiden dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026, yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).
Taklimat tersebut menyoroti perluasan akses beasiswa, penguatan sains dan teknologi, serta pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional.
Baca juga:Terima Dubes Palestina di Istiqlal, Menag Bahas Beasiswa hingga Pesantren Internasional
Mensesneg menyebutkan secara khusus Presiden menekankan pentingnya penguatan pendidikan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Presiden mengarahkan agar alokasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) lebih difokuskan pada bidang tersebut, sebagai langkah percepatan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.