Listrik Padam 9 Jam, Jaringan KRL Tokyo Lumpuh
Esti setiyowati
Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:55 WIB
Listrik Padam 9 Jam, Jaringan KRL Tokyo Lumpuh. Foto: Pexels/Dr Train.
Pemadaman listrik pada jaringan kereta api di Tokyo mengganggu perjalanan sekitar 673.000 penumpang. Kereta api di jalur Yamanote dan Keihin-Tohoku milik East Japan Railway (JR East) (9020.T) sempat terhenti hingga sembilan jam pada Jumat (16/1/2026), menurut operator kereta api tersebut.
Baca juga: Rel Terendam Air, Jalur KRL Stasiun Angke-Kampung Bandan Belum Bisa Dilalui
Pihak JR East mengatakan gangguan terjadi karena pekerjaan pemeliharaan semalaman di Stasiun Tamachi Tokyo menyebabkan kedua jalur tersebut tanpa pasokan listrik pada Jumat pagi.
Seorang juru bicara mengatakan asap terlihat keluar dari kotak peralatan di sisi rel dekat stasiun, seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/1/2026).
Sejumlah penumpang terlihat turun dari rangkaian kereta Keihin-Tohoku yang berhenti di antara stasiun dan berjalan di sepanjang rel untuk evakuasi, dibantu oleh petugas pemadam kebakaran dan staf kereta api.
Di media sosial, beredar video dan foto yang memperlihatkan para komuter memadati sejumlah stasiun.
Baca juga: Tak Terpengaruh Aksi Demo, 1.063 Perjalanan KRL Hari Ini Tetap Berjalan Normal
Baca juga: Rel Terendam Air, Jalur KRL Stasiun Angke-Kampung Bandan Belum Bisa Dilalui
Pihak JR East mengatakan gangguan terjadi karena pekerjaan pemeliharaan semalaman di Stasiun Tamachi Tokyo menyebabkan kedua jalur tersebut tanpa pasokan listrik pada Jumat pagi.
Seorang juru bicara mengatakan asap terlihat keluar dari kotak peralatan di sisi rel dekat stasiun, seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/1/2026).
Sejumlah penumpang terlihat turun dari rangkaian kereta Keihin-Tohoku yang berhenti di antara stasiun dan berjalan di sepanjang rel untuk evakuasi, dibantu oleh petugas pemadam kebakaran dan staf kereta api.
Di media sosial, beredar video dan foto yang memperlihatkan para komuter memadati sejumlah stasiun.
Baca juga: Tak Terpengaruh Aksi Demo, 1.063 Perjalanan KRL Hari Ini Tetap Berjalan Normal