home global news

Pemimpin Tertinggi Iran Akui Ribuan Orang Tewas dalam Aksi Protes dan Menyebut AS Penyebabnya

Ahad, 18 Januari 2026 - 20:40 WIB
Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sumber: ist
Untuk kali pertama Pemimpin Tertinggi atau Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengakui bahwa ribuan orang tewas, selama berlangsungnya protes besar-besaran baru-baru ini.

Dalam pidatonya pada hari Sabtu, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, ribuan orang telah tewas, "beberapa di antaranya dengan cara yang tidak manusiawi dan biadab,". Ia pun menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas kematian tersebut.

Respons kekerasan terhadap kerusuhan tersebut telah merenggut 3.090 nyawa, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran (HRANA) yang berbasis di AS, dengan beberapa kelompok aktivis memperkirakan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi. Pemadaman internet telah membuat sangat sulit untuk mendapatkan informasi yang jelas.

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mendesak para demonstran Iran untuk "terus berdemonstrasi" dan mengancam intervensi militer jika pasukan keamanan membunuh mereka.

"Mereka yang terkait dengan Israel dan AS menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan beberapa ribu orang," kata Khamenei, seperti dikutip oleh media pemerintah Iran, melansir BBC, Minggu (18/1/2026).

"Kami menganggap presiden AS sebagai penjahat atas korban jiwa, kerusakan, dan fitnah yang ditimbulkannya terhadap bangsa Iran," tambahnya.

Protes yang dimulai pada 28 Desember terkait masalah ekonomi, telah berubah menjadi seruan untuk mengakhiri kekuasaan pemimpin tertinggi Iran. Pemerintah Iran menyebut demonstrasi tersebut sebagai "kerusuhan" yang didukung oleh musuh-musuh Iran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya