Mahasiswi Muhammadiyah Cek Depresi lewat Urine, Begini Hasilnya
Fajar adhitya
Selasa, 12 Oktober 2021 - 09:05 WIB
Mahsiswi Muhammadiyah cek depresi lewat urine. (Foto: Muhammadiyah).
Mahasiswi Muhammadiyah cek depresi lewat urine. Hasilnya penelitian ini bisa menjadi acuan mendiagnosa pasien diduga depresi lewat laboratorium.
Sejauh ini belum ada diagnosa gangguan depresi yang cepat dan tepat dengan menggunakan laboratorium. Namun dari hasil pengecekan urine, ternyata bisa didapati kesimpulannya.
Penelitian ini digagas para mahasiswi dari Universitas Muhammadiyah Malang. Prosesnya dengan meneliti perubahan urine dari orang normal ke pasien gangguan depresi.
Salah satu anggota tim, Uswatun Hasanah mengatakan, proses diagnosa yang ada saat ini masih menggunakan skala dan cluster gejala dari pasien saja. Hal ini memakan waktu lebih lama jika dibanding ketika uji laboratorium.
"Untuk mendeteksi gangguan depresi pada pasien, kami menggunakan biomarker n-methylnicotinamid & hippuric acid," kata Uswatun melansir laman Muhammadiyah Online.
Setelah tiga bulan melakukan penelitian, kata dia, dapat ditarik kesimpulan bahwa kadar biomarker n-methyl & hippuric acid pada pasien gangguan depresi mengalami peningkatan dari pada orang normal.
"Hal ini bisa menjadi acuan untuk mendiagnosis pasien gangguan depresi dengan menggunakan uji laboratorium," ujarnya.
Sejauh ini belum ada diagnosa gangguan depresi yang cepat dan tepat dengan menggunakan laboratorium. Namun dari hasil pengecekan urine, ternyata bisa didapati kesimpulannya.
Penelitian ini digagas para mahasiswi dari Universitas Muhammadiyah Malang. Prosesnya dengan meneliti perubahan urine dari orang normal ke pasien gangguan depresi.
Salah satu anggota tim, Uswatun Hasanah mengatakan, proses diagnosa yang ada saat ini masih menggunakan skala dan cluster gejala dari pasien saja. Hal ini memakan waktu lebih lama jika dibanding ketika uji laboratorium.
"Untuk mendeteksi gangguan depresi pada pasien, kami menggunakan biomarker n-methylnicotinamid & hippuric acid," kata Uswatun melansir laman Muhammadiyah Online.
Setelah tiga bulan melakukan penelitian, kata dia, dapat ditarik kesimpulan bahwa kadar biomarker n-methyl & hippuric acid pada pasien gangguan depresi mengalami peningkatan dari pada orang normal.
"Hal ini bisa menjadi acuan untuk mendiagnosis pasien gangguan depresi dengan menggunakan uji laboratorium," ujarnya.